Padang, Arunala - Kasus skimming yang dialami ratusan nasabah Bank Nagari di Sumbar, memang menyita perhatian banyak pihak, tidak terkecuali Komisi III DPRD Sumbar yang membidangi keuangan.
Malah pihak Komisi ini meminta dengan tegas, jadikan kasus skimming yang melanda Bank milik daerah Sumbar ini untuk momentu evaluasi total bagi pihak bank bersangkutan.
Penegasan ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Ali Tanjung kepada arunala.com di ruang kerjanya kemarin.
"Sebenarnya, sejak awal kasus skimming di Bank Nagari itu mencuat, kami dari Komisi III sudah beri peringatan keras kepada pihak manajemen Bank Nagari, untuk lakukan evaluasi total kinerja bank tersebut," kata Ali Tanjung.
Selain itu, lanjutnya, dalam rapat kerja pertama dengan pihak Bank pascakejadian skimming itu tempo hari, mereka mengatakan sudah menemukan kelemahannya yaitu masih adanya kartu ATM mereka yang menggunakan magnetic stripe yaitu kartu yang masih menggunakan stiker hitam panjang di bagian belakang kartu ATM.
"Nah, ketika saya tanyakan dalam rapat itu menyangkut berapa banyak lagi kartu ATM seperti itu (magnetic stripe, red) yakni kartu ATM yang memiliki chip di bagian depan kartu ATM pada nasabah Bank Nagari, pihak bank ini menyebutkan ada sekitar 90 ribuan kartu lagi," ujar Ali Tanjung.
Masih penuturan pihak Bank Nagari, Ali Tanjung menyebutkan dengan masih ada puluhan ribu ATM lagi yang gunakan magnetic stripe, maka pihak bank mengaku telah memesannya kartu ATM pengganti yang menggunakan mikro chip kepada ke pihak Bank Indonesia.
Kader partai Demokrat ini melihat, dengan akan adanya kartu ATM pengganti yang gunakan mikro chip dari bank ini, maka diyakini aksi skimming uang nasabah akan bisa dihindari.
"Pasalnya, dengan kartu yang ada chip ini, jelas akan sulit bagi seseorang untuk lakukan pencurian data nasabah, termasuk saldo tabungannya di Bank Nagari ini," ujar Ali Tanjung menambahkannext


Komentar