Luncurkan Program Kalimuntiang Tanggulangi Stunting: Upertis Padang Gandeng Masyarakat Koto Tangah

Metro- 04-04-2023 22:33
Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemko Padang, Edi Hasymi dan Rektor Upertis Padang pukul gong saat peluncuran progam Kalimutiang, di Kampus Upertis Padang, Selasa (4/4). (Dok : Istimewa)
Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemko Padang, Edi Hasymi dan Rektor Upertis Padang pukul gong saat peluncuran progam Kalimutiang, di Kampus Upertis Padang, Selasa (4/4). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Universitas Perintis Indonesia (Upertis), Pemko Padang dan masyarakat Koto Tangah, meluncurkan program Kolaborasi Lintas Instansi, Masyarakat dan Universitas Tanggulangi Stunting (Kalimuntiang) atau bertempat di Aula Kampus Upertis, Simpang Kalumpang Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Selasa (4/4).

Saat memberikan sambutan, Rektor Upertis Dr Yendrizal Jafri, SKp, MBiomed menyambut baik sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan Upertis dalam menanggulangi stunting dan penyakit lainnya di Kota Padang, khususnya di Kecamatan Koto Tangah dimana kampus Upertis berada.

"Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi itu adalah pengabdian kepada masyarakat. Dan kerjasama yang dibangun antara Upertis dengan Pemko Padang, khususnya masyarakat Koto Tangah, dalam penanggulangan stunting, merupakan bagian dari tri dharma itu," ujar Rektor Yendrizal.

Upertis sebagai perguruan tinggi, lanjut rektor, mempunyai tanggungjawab lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk University Social Responsibility (USR).

Di mana stunting yang berhubungan dengan bidang kesehatan sudah menjadi bagian dari Upertis semenjak berdiri 35 tahun lalu.

Menurut Yendrizal, di universitas yang dipimpinnya ada Fakultas Ilmu Kesehatan dengan salah satu program studinya Ilmu Gizi yang bisa dikolaborasikan dalam program penanggulangan stunting, Kalimuntiang.

Begitu juga dengan laboratorium yang bisa digunakan untuk pemeriksaan penyakit dan kesehatan.

"Segenap potensi di Upertis siap menyukseskan program Kalimuntiang ini. Dosen dan mahasiswa bidang kesehatan siap terjun ke tengah-tengah masyarakat Kecamatan Koto Tangah khususnya, dan Kota Padang pada umumnya, untuk memberikan pemahaman dan penyuluhan mengenai stunting," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr Edi Hasymi, MSi saat membuka acara menyampaikan, masalah stunting ini telah menjadi isu nasional, sampai-sampai Presiden RI Jokowi pun memerintahkan jajarannya untuk ikut serta dalam penanggulangannyanext

Komentar