Dukung Pengembangan Alkes Buatan Anak Bangsa: RSUP M Djamil Tandatangani MoU dengan PT CTI

Metro- 11-09-2023 19:51
Dirut RSUP Dr M Djamil Dr dr H Dovy Djanas SpOG KFM MARS dan Direktur PT CTI Andri Khaidir memperlihatkan nota kerja sama. Disaksikan Wamenkes RI Prof dr Dante Saksono Harbuwono SpPD KEMD PhD dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. (Dok : Istimewa)
Dirut RSUP Dr M Djamil Dr dr H Dovy Djanas SpOG KFM MARS dan Direktur PT CTI Andri Khaidir memperlihatkan nota kerja sama. Disaksikan Wamenkes RI Prof dr Dante Saksono Harbuwono SpPD KEMD PhD dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - RSUP Dr M Djamil Padang terus meningkatkan pelayanan kesehatan. Buktinya, rumah sakit rujukan wilayah Sumatera Bagian Tengah ini menandatangani kerja sama (MoU) dengan PT Crown Teknologi Indonesia (CTI) untuk pengembangan alat kesehatan (alkes) dan riset translasional.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Dr dr H Dovy Djanas SpOG KFM MARS dengan Direktur PT Crown Teknologi Indonesia Andri Khaidir di Auditorium Gubernuran, Senin (11/9).

Disaksikan Wamenkes RI, Prof dr Dante Saksono Harbuwono SpPD KEMD PhD dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah. Kemudian Wali Kota Solok, Zul Efian Umar, Wakil Rektor II Universitas Andalas Prof Dr dr Wirsma Arif Harahap SpB(K)Onk dan Direktur Usaha dan Pengembangan Bisnis Unand Dr dr Andani Eka Putra MSc.

"Kerja sama ini sebagai bentuk terjemahan dari program Kementerian Kesehatan. Salah satu dari enam pilar transformasi kesehatan yakni kemandirian bangsa," kata Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dr dr H Dovy Djanas SpOG KFM MARS, kepada Arunala.com usai tandatangani kerja sama.

Ia mengatakan, perwujudan kemandirian bangsa itu dalam bentuk dukungan RSUP M Djamil terhadap alat kesehatan buatan anak bangsa. Salah satunya, alat kesehatan buatan PT Crown Teknologi Indonesia.

Diketahui PT CTI ini merupakan perusahaan manufaktur alat kesehatan dalam negeri yang didirikan oleh anak bangsa. Perusahaan ini menyediakan berbagai kebutuhan di bidang kesehatan.

Mulai dari pengembangan alat kesehatan, diagnostic, bahan baku untuk kebutuhan laboratorium, dan dukungan untuk riset.

"Selama ini kita bergantung pada bahan-bahan dan alat kesehatan impor. Ternyata kita mampu menghasilkan produk alat kesehatan sendiri. Dan itu masih banyak hal yang bisa dikembangkan. Misal selain alat diagnostik, bisa perwujudan juga dengan precision medicine," tutur Dovynext

Komentar