Padang, Arunala.com - Pimpinan layanan kesehatan primer maupun sekunder memiliki peran dalam meningkatkan keselamatan pasien. Ini agar terhindar dari kejadian-kejadian baik kejadian sentinel, kejadian tidak diinginkan (KTD) maupun kejadian tidak cedera (KTC) dan kondisi potensial cedera (KPC).
"Pimpinan mesti memberikan arahan yang tepat agar tim pelaksana dapat menjalankan dan menjaga keselamatan pasien. Sehingga dapat meningkatkan kinerja agar tercapainya hasil kerja dalam mewujudkan tujuan layanan kesehatan," kata Direktur Utama RSUP M Djamil, Dr dr H Dovy Djanas SpOG KFM MARS saat menyajikan materi Peran Pimpinan Serta Komitmen Keterlibatan Pasien dan Keluarga untuk Meningkatkan Keselamatan Pasien pada Webinar World Patient Safety Day 2023 di The ZHM Premiere Hotel, Senin (18/9).
Webinar dengan tema Melibatkan Pasien untuk Keselamatan Pasien itu diadakan RSUP M Djamil Padang secara hybrid baik luring dan daring. Menghadirkan narasumber yaitu Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr Azhar Jaya SH SKM MARS.
Ketua Komite Nasional Keselamatan Pasien Kemenkes RI dr Bambang Tutuko SpAN KIC, Direktur Pelayanan Akreditasi LAM KPRS Dr dr Andry MM MHKes dan Ketua Persi Sumbar Dr dr Yusirwan Yusuf SpB SpBA K MARS FISQua.
Dari visi dan misi global patien safety action plan yang sudah diperkenalkan WHO, sebut Dovy, bahwa ada tujuh faktor keselamatan pasien. Salah satunya keterlibatan pasien dan keluarga yang nantinya berhubungan dengan keselamatan pasien.
"Bagaimana kita berinteraksi pasien dan keluarga sebagai mitra. Bagaimana pasien dan keluarga kita lakukan hal-hal yang menjadikan kita belajar dari kejadian-kejadian sehingga nanti bisa menelurkan kebijakan-kebijakan untuk keselamatan pasien," tuturnya.


Komentar