Upaya Kikis Budaya Apatis Generasi Milenial: KPU dan Bawaslu Diminta Buka Ruang Dialog Publik

Metro- 19-09-2023 18:59
Anggota DPRD Sumbar Hidayat bersama Anggota KPU Sumbar Jons Manedi saat ikuti program Parlemen Menjawab yang diadakan RRI Pro 1 Padang di SMK 7 Kota Padang, Selasa (19/9). (Dok : Istimewa)
Anggota DPRD Sumbar Hidayat bersama Anggota KPU Sumbar Jons Manedi saat ikuti program Parlemen Menjawab yang diadakan RRI Pro 1 Padang di SMK 7 Kota Padang, Selasa (19/9). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Hidayat menyebutkan untuk mengikis budaya apatis pada pemilih pemula, penyelenggara pemilu baik itu KPU maupun Bawaslu harus membuka ruang dialog publik.

Karena sebagai salah satu cara sosialisasi, juga hal itu menjadi cara untuk tingkatkan partisipasi pemilih pemula di pemilu 2024.

Hal tersebut diungkapkan Hidayat saat mewakil Ketua DPRD Sumbar Supardi dalam program Parlemen Menjawab yang diselenggarakan oleh RRI Pro 1 Padang di SMK 7 Kota Padang, Selasa (19/9).

Dia mengatakan, tidak bisa dipungkiri pemilih pemula yang mayoritas kaum milenial sedikit apatis untuk gunakan hak pilih mereka pada proses pemilu.

Mereka, terang Hidayat, memiliki persepsi bahwa politik itu bukan sesuatu yang bersih, bahkan ada juga terbangun anggapan bahwa dewan yang dipilih tidak menjalankan tugas sesuai amanat konstitusi.

"Karena itu, program "Dialog Parlemen Menjawab" dengan tema Pemilih Pemula Cerdas dan Berintegritas merupakan upaya strategis untuk memberikan pemahaman akan pentingnya proses demokrasi, sehingga budaya-budaya apatis bisa terkikis dan partisipasi pemilih lebih meningkat," kata Hidayat.

Dia mengatakan, pentingnya memilih pada pemilu merupakan upaya untuk memperbaiki hingga mengoptimalkan pembangunan daerah, pada sektor pendidikan.

Dia mencontohnya, saay ini DPRD dan Pemprov Sumbar tengah mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana SMK hingga menambah pendapatan guru honorer.

"Semua itu bisa dilaksanakan dengan upaya-upaya politik, jika semua Fraksi di DPRD sepakat maka disetujui lah kebijakan itu bersama pemprov," tukas Hidayat lagi.

Terkait hal tersebut, dia mendorong pemilih pemula untuk terus menegakan integritas dan cerdas dalam memilih sosok pemimpin.

"Jangan hanya karena amplop maka kita rela menggadaikan kelangsungan daerah kepada orang yang salah," ucapnyanext

Komentar