Padang, Arunala.com - Puluhan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Sumbar, yang menamakan dirinya Gerakkan Mahasiswa Pembebasan melakukan aksi damai di kantor DPRD Sumbar Jumat siang (22/9).
Terlihat dalam aksi tersebut para mahasiswa menyatakan pembelaan terhadap warga Rempang Batam, Kepri yang saat ini terjadi konflik agraria antara pemerintah dengan masyarakat setempat.
Dalam aksi itu, para mahasiswa menyatakan pembelaan terhadap warga Rempang Batam yang saat ini terjadi konflik agraria antara pemerintah dengan masyarakat Rempang.
Koordinator aksi damai, Jafar Abdurrahman menyatakan, mengutuk keras aksi perampasan tanah warga di Pulau Rempang oleh pemerintah.
"Warga Pulau Rempang pemilik sah atas tanahnya. Mereka sudah menempati tanah tersebut ratusan tahun lamanya, merupakan kezaliman yang besar apabila tanah tersebut dirampas oleh pemerintah," ujar Jafar.
Gerakkan Mahasiswa Pembebasan juga mengutuk tindakan represif dan kekerasan yang dilakukan aparat gabungan terhadap masyarakat Rempang dan Galang, sehingga banyak masyarakat yang mengalami cidera, trauma dan kerugian materi.
"Seharusnya aparat negara menjaga dan melindungi rakyat, bukan malah sebaliknya," kata Jafar lagi.
Dalam aksi itu, Gerakkan Mahasiswa Pembebasan Sumbar juga menuntut pemerintah agar menghentikan proyek strategis nasional (PSN) di Rempang dengan alasan Pasir Kwarsa yang ada di Rempang sebagai bahan baku industri kaca. Itu merupakan harta milik umum yang seharusnya dikuasai oleh negara untuk kepentingan rakyat Indonesia.
"Karena itu tak sepatutnya menyerahkan kepemilikan dan pengelolaannya kepada pihak swasta, baik swasta dalam negeri maupun swasta asing," ucapnya lagi.
Di sisi lain, kedatangan para mahasiswa tersebut disambut oleh Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Sumbar, Udlil Imam Zul mengingat saat itu seluruh pimpinan dan anggota DPRD Sumbar sedang ada tugas ke luar daerah.
"Terima kasih atas kedatangan adik-adik mahasiswa, mohon maaf karena hari ini baik pimpinan dan anggota dewa sedang bertugas diluar daerah, namun aspirasi adik-adik akan tetap kami tampung dan nantinya akan kami teruskan," kata Udlil.(cpt/*)


Komentar