Jakarta, Arunala.com - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof Ganefri dan Direktur Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi, Drg Busril menemui Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Selasa (26/9).
Menurut Mahyeldi, pertemuan itu untuk melaporkan sekaligus meminta dukungan untuk rencana penyelesaian pembangunan IGD terpadu di RSAM Bukittinggi.
Mahyeldi mengungkapkan, beberapa alasan yang mendorong Pemprov Sumbar mengusulkan rencana pengembangan RSAM Bukittinggi kepada pemerintah pusat.
"Ada dua alasan utama, kenapa usulan pengembangan rumah sakit ini disampaikan kepada Pak Wapres, pertama karena saat ini RSAM berstatus sebagai rumah sakit penyelenggara layanan prioritas di Sumbar. Kedua, RSAM juga ditunjuk sebagai rumah sakit pendidikan utama bagi Fakultas Kedokteran UNP. Agar bisa menjadi lebih optimal dalam mendukung pelaksanaan fungsi tersebut, maka pengembangan sarana prasarana menjadi penting," ungkap Mahyeldi.
Sementara itu, Direktur RSAM Bukittinggi, Drg Busril mengatakan bahwa Wapres mendukung usulan yang disampaikan Gubernur Sumbar ini, dan ia juga berencana akan membicarakan usulan tersebut dengan Menteri Kesehatan dalam waktu dekat.
"Proposal terkait usulan tersebut juga telah kita serahkan kepada Wapres," ucap Busril.
Busril merinci, kebutuhan IGD Terpadu RSAM tidak hanya terkait dengan fisik bangunan ruang diagnostik terpadu tapi juga memerlukan sistem ruangan operasi yang terintegrasi dalam satu control panel atau biasa disebut Modular Operating Theatre (MOT) dengan kapasitas 16 kamar.
"Diharapkan, jika kebutuhan tersebut dapat segera terpenuhi akan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan di RSAM Bukittinggi," pungkas Busril. (drz/adpsb)


Komentar