.
"Ada Mohammad Hatta, Wakil Presiden RI pertama yang dikenal sebagai bapak ekonomi Indonesia," tukasnya.
Adalagi Datuk Ibrahim Tan Malaka, yang pemikiran progresifnya menjadi pelecut bagi kaum revolusioner Indonesia (bahkan pemikirannya masih hidup dan menjadi bagian kerangka kritis dari sebagian kaum pergerakan hari ini).
Seterusnya ada Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih populer dipanggil Buya Hamka, seorang ulama yang menjadi panutan bagi tokoh-tokoh pendiri bangsa diakhir hidup mereka. Masih ada lagi, Agus Salim yang terkenal dengan keterampilan berdiplomasi dan teknik lobi yang tinggi.
"Melihat dari banyak tokoh nasional lahir dari "rahim" Minang. Sejatinya Sumbar harus menjadi daerah yang mampu menghasilkan pemikir-pemikir hebat sampai sekarang. Ini yang harus kita kembalikan marwahnya," pungkas Suwirpen Suib. (cpt)
Halaman 12


Komentar