Payakumbuh, Arunala.com - Bimbingan teknis (bimtek) Digitalisasi bagi guru SMK se Kota Payakumbuh tahap II resmi ditutup oleh Ketua DPRD Sumbar Supardi di Kota Bukittinggi, Sabtu (14/10).
Bimtek ini yang digelar sejak November 2022 lalu oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar, dan pesertanya para SMK di Kota Payakumbuh yang dibagi dalam 18 angkatan.
Koordinator kurikulum bidang Pembinaan SMK, Disdik Sumbar, Dra Anita, MM merasa bersyukur kegiatan bimtek itu bisa berjalan hingga akhir.
"Alhamdulillah, akhirnya selesai dengan lancar. Meski begitu, beberapa agenda sudah menanti menuju SMK Expo," kata Anita.
Adapun kegiatan berikut dari bimtek digitalisasi guru-guru SMK di Kota Payakumbuh ini dilanjutkan dengan reunian. Dikesempatan itu dilakukan evaluasi implementasi dan digitalisasi dari kegiatan bimtek tersebut.
Adapun Ketua DPRD Sumbar, Supardi menyebutkan, setiap SMK yang gurunya ikut bimtek akan mempresentasikan inovasi terbaru yang akan ditampilkan di SMK Expo, pada pertemuan reuni nanti.
"Setelah itu, agenda lanjutan dari rangkaian bimtek dan expo adalah studi banding. Kegiatan ini ditujukan untuk melihat SMK di Pulau Jawa, agar SMK kita bisa mendapat bandingan mengenai perkembangan SMK yang ada," kata Supardi.
Dia mengatakan, studi ini penting agar SMK di Sumbar, tidak seperti katak dalam gelas kaca. Ini bisa juga untuk merancang produk inovatif yang akan dihasilkan.
Bimtek digitalisasi bagi guru-guru SMK ini dilaksanakan Disdik Sumbar, didanai melalui pokok-pokok pokiran (pokir) Ketua DPRD Sumbar, Supardi. Rangkaian bimtek dengan tema besar Creative Learning in Digital Age.
Secara khusus, bimtek tersebut diselenggarakan demi menciptakan tenaga pendidik di SMK-SMK yang cakap digital dan memahami dunia digital itu sendiri.
Dengan pembelajaran berbasis digital, siswa maupun tamatan SMK bisa menjadi enterpreneur yang handal digital, inovatif, dan mandiri. (cpt)


Komentar