.
Sesi II berupa bakal calon rektor akan menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan oleh panelis secara tertulis.
"Dan kita masukkan ke dalam bowl. Jadi masing-masing bakal calon rektor akan memilih dua pertanyaan yang sudah tertutup. Pertanyaannya akan dibacakan moderator dan bakal calon rektor langsung menjawab pertanyaan tersebut dalam waktu 6 menit. "Urutan bakal calon rektor yang akan menjawab pertanyaan akan diundi oleh moderator," sebutnya.
Sesi III berupa pendalaman materi dengan tanya jawab langsung oleh masing-masing panelis.
"Satu panelis akan bertanya ke satu bakal calon rektor. Waktunya 10 menit. Nah ini akan kita undi panelis mana yang akan bertanya kepada bakal calon rektor mana sampai terakhir. Total waktu 120 menit untuk pendalaman materi," sebutnya.
Esok (18/10), sebut Febrin, pada sesi pagi satu panelis Prof dr H Fasli Jalal PhD yang belum berkesempatan hadir akan menggali bakal calon rektor.
"Akan tetapi konsepnya satu panelis ini hanya mengajukan satu pertanyaan dan dijawab oleh seluruh bakal calon rektor. Waktu yang disediakan hanya 45 menit," paparnya.
Usai sesi ini, para bakal calon rektor menjawab pertanyaan yang diajukan Senat Akademik Universitas (SAU). "Metodanya pertanyaan tersebut dituliskan di selembar kertas oleh SAU. Kemudian ditaruh di dalam kotak undian. Selanjutnya bakal calon rektor akan mengambil dua pertanyaan dari kotak tersebut. Dan menjawabnya. Ini akan dipandu moderator," ungkap Febrin.
Ia mengatakan setelah sesi tanya jawab, dilakukan musyawarah dan pemungutan suara oleh SAU. Diawali oleh musyawarah yang dipimpin Ketua Senat Akademik Universitas Prof Dr Syafrizal Sy.
"Jika tidak bisa dilakukan musyawarah, baru dilakukan pemilihan. Konsep pemilihannya adalah one man one vote. Setelah itu kita lihat, ketika didapatkan urutan tiga besar yang mendapatkan suara terbanyak, itulah yang akan diusulkan ke MWA untuk dipilih satu Rektor Unand terpilih," sebut dosen Teknik Sipil ini.


Komentar