Kader IMP Garda Terdepan bagi Program KB

Metro- 11-08-2023 14:49
Wako Genius Umar berikan arahan pada kader KB di kotanya dalam kegiatan evaluasi dan monitoring program bangga kencana kader KB, Jumat (11/8). (Dok : Istimewa)
Wako Genius Umar berikan arahan pada kader KB di kotanya dalam kegiatan evaluasi dan monitoring program bangga kencana kader KB, Jumat (11/8). (Dok : Istimewa)

Pariaman, Arunala.com -- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Kota Pariaman menggelar acara evaluasi dan monitoring program bangga kencana kader KB, Jumat (11/8).

Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kader seperti kader Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), serta Usaha Peningkatan PendapatanKeluarga(UP2K) di kota tersebut.

Acara tersebut dibuka Wali Kota Pariaman Genius Umar didampingi Kepala Dinas P3AKB, Lucyanel Arlym di balairung rumah dinas wali kota.

Genius Umar sebutkan bahwa di era sekarang ini khususnya di era otonomi daerah, peran kader IMPsangatlah penting dan menjadi satu kekuatan yang dapat diandalkan untuk tetap dapat mempertahankan keberhasilan program KB di masyarakat.

"Tanpa kader IMP,program KB di Indonesiadipastikan sudah tidak berjalan lagi dan tidak mampu mempertahankan keberhasilan yang akan dicapai. Tentusaja keberhasilan ini telah didukung oleh personil kader IMP yang cukup banyak hingga menjangkau seluruhdesa, dusun, serta memiliki daya juang yang tinggi dalam rangka ikut mensukseskan program KB di Kota Pariaman", ungkap Genius.

"Kader KB adalah ujung tombak suksesnya pembangunanKB di tingkat desa/kelurahan. Kader KB juga melaksanakan tugas-tugas dan mensosialisasikan KB kepada pasangan usia subur dan mengedukasi pasangan untuk merencanakan keluarga sehat, juga untuk memenuhi kebutuhan KB bagi masyarakat dan pasangan usia subur serta pencegahan stunting," jelas Genius.

Sementara, Lucyanel Arlym menembahkan bahwa kedudukan dan peran Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalampembangunan KB di Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi.

"Yang perlu dipahami oleh setiap kader IMP adalah bahwa intensitas dan kualitas pelaksanaan enam peran bakti institusi dari kader IMPselanjutnya akan diukur berdasarkan parameter yang telah di tentukan," ungkap Lucy.

Keenam peran bakti institusi kader IMP tersebut antara lain Pengorganisasian, Pertemuan, KIE, dan Konseling, Pencatatan Pendataan, PelayananKegiatan,danKemandirian.Dengan enam peran baktinya, kader IMP telah menjangkau seluruh aspek, sebagaimana diamanatkan dalm UU No52Tahun2009tentang Perkembangan kependudukan dan Pembangunan Keluarga IMP. (cpt/*)

Komentar