Sambut Hari Kesehatan Nasional Ke-59: 2 November, RSUP M Djamil Tabur Bunga di Makam M Djamil

Metro- 23-10-2023 17:37
Dirut RSUP M Djamil, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM didampingi dewan direksi lainnya memaparkan biografi Dr M Djamil, di ruang rapat direksi, Senin (23/10). (Foto : Fajril)
Dirut RSUP M Djamil, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM didampingi dewan direksi lainnya memaparkan biografi Dr M Djamil, di ruang rapat direksi, Senin (23/10). (Foto : Fajril)

.

Sementara riwayat pemerintahan yakni Dr M Djamil aktif dalam pertemuan para tokoh dan pemuda di Padang pada masa peralihan itu

Bersama tokoh pendidikan Mohammmad Sjafei, Mr Sutan Mohammad Rasjid dan Arif Datuak Madjo Urang, Dr M Djamil mendapat tugas membentuk Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID).

Ketika menjadi ketua KNID, Dr M Djamil menjadi lebih sering berpidato di tengah masyarakat.

Pidatonya dalam rapat akbar pada Oktober 1945 sangat terkenal. "Musuh-musuh kita lipat! Pengkhianat-pengkhianat kita sikat!"

Pada akhir Juni 1946, KNID meminta Dr M Djamil sebagai Gubernur muda Sumatra Tengah pada 2 Juli 1946. Berpusat di Bukittinggi, Dr M Djamil mengkoordinasikan Keresidenan Sumbar, Riau dan Jambi.

Keinginan Dr M Djamil untuk kembali fokus pada kesehatan, sempat ia sampaikan pada Bung Hatta. Akhirnya, ia mengundurkan diri secara resmi karena alasan itu melalui surat pada Presiden Soekarno.

Sejak saat itu, Dr M Djamil kembali pada dunia kesehatan dan pendidikan. Ia sempat mendapat tugas jadi ketua panitia persiapan sekolah tinggi provinsi Sumatera. Kembali buka praktik dokter di Bukittinggi dan kemudian mendirikan Rumah Sakit Sitawa Sidingin di sana.

Dr M Djamil wafat pada Juli 1962 dalam usia 64 tahun di RSCM Jakarta. Ia meninggalkan 10 anak dari dua istri, yakni Siti Aksar dan Siti Maryam. Namanya harum dan terus dikenang sebagai salah satu dokter pejuang dari Ranah Minang.

Untuk mengabadikan jasa beliau, pada tahun 1978, RS Jati Padang berganti nama menjadi RSUP Dr M Djamil berdasar SK Menkes RI No 134 Tahun 1978. Pemerintah juga menetapkan Dr M Djamil sebagai pejuang kemerdekaan di Sumbar.(ril)

Komentar