Wakil Ketua DPRD Sumbar Singgung IPI Sumbar 2023

Metro- 19-10-2023 20:02
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib berikan paparan soal progres Indeks Pembangunan Infrastruktur (IPI) Sumbar dalam FGD menyangkut kemandirian Fiskal daerah, di Padang, Kamis (19/10). (Dok : Istimewa)
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib berikan paparan soal progres Indeks Pembangunan Infrastruktur (IPI) Sumbar dalam FGD menyangkut kemandirian Fiskal daerah, di Padang, Kamis (19/10). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib berharap Indeks Pembangunan Infrastruktur (IPI) Sumbar bisa lebih ditingkatkan, untuk sekarang IPI masih belum maksimal dan memadai.

"Sampai tahun 2022, Indeks pembangunan infrastruktur Sumbar baru tergolong dalam kelompok menengah dalam artian, kondisi infrastruktur masih belum mantap dan memadai untuk mendukung percepatan pembangunan daerah," ujar Suwirpen saat Fokus Group Discusion (FGD) dengan Topik KPBU (Kerjasama Pemerintah Badan Usaha) Sebagai Alternatif Mambangun Kemandirian Fiskal Daerah, di Padang, Kamis (19/10).

Menurut dia, permasalahan utama dari belum memadainya infrastruktur di Sumbar disebabkan terbatasnya kemampuan keuangan daerah, untuk memenuhi kebutuhan anggaran pembangunan infrastruktur ini.

Pada APBD 2023 dengan nilai yang mencapai Rp 6,5 triliun, alokasi anggaran untuk belanja modal hanya berkisar 12 persen, dan alokasi khusus untuk belanja infrastruktur tidak sampai 10 persen dari total belanja daerah. Sebagian besar alokasi belanja habis untuk belanja operasi yang di dalamnya termasuk belanja pegawai.

"Apabila kita hanya mengandalkan APBD sebagai sumber pendanaan pembangunan infrastruktur di daerah, maka butuh waktu yang lama untuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur ini, bisa 10 atau 20 tahun baru kita bisa memenuhinya dan itupun tidak efektif untuk percepatan pembangunan daerah," tambah Suwirpen.

Mengharapkan sumber pembiayaan dari DAK pun saat ini, sebutnya makin sulit, oleh karena kebijakan dana transfer dari Pemerintah ke daerah dalam beberapa tahun terakhir makin berkurang.

"Hal ini tentu dapat kita pahami, oleh karena banyak juga beban negara untuk pemenuhan kebutuhan anggaran di sektor lainnya," jelas Suwirpen lagi.

Oleh sebab itu, dibutuhkan kemandirian daerah untuk memenuhi kebutuhan anggaran pembangunan infrastruktur ini. Daerah harus pandai berinovasi mencari sumber pendanaan pembangunan infrastruktur, baik dari potensi sendiri (APBD) maupun melalui skema pembiayaan lainnyanext

Komentar