Sumbar Potensial Kembangkan Pertanian Organik

Metro- 08-10-2023 13:19
Lahan pertanian organik di Sumbar yang dilihat langsung Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat Penas Tani 2023 di Sumbar beberapa waktu lalu. (Dok : Istimewa)
Lahan pertanian organik di Sumbar yang dilihat langsung Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat Penas Tani 2023 di Sumbar beberapa waktu lalu. (Dok : Istimewa)

Agam, Arunala.com - Sektor pertanian di Sumbar, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Jadi sudah semestinya sektor ini terus dikembangkan secara optimal.

"Selain itu, teknologi di bidang pertanian pun juga perlu di-upgrade, salah satunya di bidang pertanian organik yang peluangnya besar dikembangkan di Sumbar," ungkap Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Agam, Minggu (8/10).

Menurut Mahyeldi, pertanian organik merupakan teknik budidaya pertanian yang berorientasi pada pemanfaatan bahan-bahan alami (lokal), tanpa bahan-bahan kimia sintesis seperti pupuk dan pestisida anorganik.

"Untuk itu, petani Sumbar harus menangkap peluang dalam pengembangan produk pertanian organik ini. Pola seperti ini banyak dilakukan petani untuk menghadapi kelangkaan dan kemahalan pupuk buatan (anorganik) dan pestisida kimia," ungkapnya.

Saat ini, sambung Mahyeldi, Pemprov Sumbar telah berkomitmen untuk mengembangkan pertanian organik melalui pembentukan Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) di Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar.

Sejauh ini, sudah terbentuk 42 nagari/desa pertanian organik di Sumbar, dengan lahan bersertifikat seluas 186 Ha, yang dikelola oleh 32 kelompok tani bersertifikat.

"Agar gerakkan pertanian organik berjalan maksimal, kita juga mendorong pengembangan Klinik Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Saat ini, tercatat sebanyak 29 klinik PHT yang aktif di seluruh Sumbar," sebutnya.

Untuk diketahui klinik Pengendalian Hama Terpadu (PHT) sebagai salah satu kelembagaan petani di tingkat kecamatan yang berfungsi memproduksi APH di tingkat petani.

Komentar