.
"Kita sedang mempersiapkan pasien ini untuk dilakukan operasi bedah perut. Kemudian mengangkat tumor keluar. Dan nanti membuka tumor itu untuk memastikan tegaknya teratoma. Kemungkinan kelengkapan bahwa kemudian isi teratoma ini bisa membentuk seperti satu organ manusia yang hampir utuh, itu bisa terjadi satu dari 30 ribu sampai 40 ribu kelahiran. Atau disebut fetus in fetu teratoma," tuturnya.
Kenapa bisa terjadi? Karena pertumbuhan dari perubahan pola-pola sel. Dengan perubahan pola sel itu kemudian menyebabkan terjadinya pertumbuhan sel-sel itu di dalam tumor tersebut.
"Secara morfologi dan epidemologi, kasus tumor ini bisa terjadi pada usia kapan saja. Tapi tidak disebut sebagai kelainan kongenital meskipun dia terjadi pada bayi," ucapnya.
Ia juga menyebutkan kasus teratoma ini sudah sering dikerjakan di RSUP M Djamil. Variasi usia beragam. Mulai usia dari bayi sampai usia anak besar.
"Dua minggu lalu bedah anak sudah mengerjakan satu kasus teratoma lain pada anak lebih besar," ungkap Ketua Cabang Perkumpulan Spesialis Bedah Anak Indonesia Sumatera Bagian Tengah ini.
Diketahui, seorang bayi laki-laki bernama Adnan Arfandi berusia lima bulan ini diduga mengalami kehamilan. Pasalnya, dokter yang melakukan pemeriksaan, mengklaim bayi laki-laki ini memiliki janin di dalam perutnya.
Informasi terkait bayi yang mengalami kehamilan itupun sontak membuat heboh masyarakat Kabupaten Pessel. Saking penasarannya, banyak masyarakat penasaran dan mengunjungi rumah bayi tersebut. (ril)
Halaman 12


Komentar