Padang, Arunala.com - Bayi Adnan Arfandi kini sudah boleh pulang dari RSUP M Djamil usai operasi pengangkatan tumor di dalam perutnya, Rabu (1/11). Adnan Arfandi sendiri juga telah menjalani perawatan hampir 5 hari. Hasilnya, kondisi bayi lima bulan itu baik dan bisa pulang.
"Kondisi bayi Adnan Arfandi baik, stabil dan sudah boleh pulang. Untuk selanjutnya akan kontrol ke poliklinik bedah dan kontrol luka jahitan. Kita terus pantau optimal dengan tim medis bersama bedah anak. Ini akan menjadi hal yang harus kita lakukan terhadap kasus langka seperti ini," kata Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS kepada wartawan.
Dovy mengungkapkan bayi Adnan yang telah dioperasi di diagnosa teratoma dengan diagnosa bandingnya fetus in feto. Dan sudah dilakukan pengangkatan tumor di dalam rongga abdomen.
"Dan memang dari hasil pemeriksaan tumor itu, ternyata memang ditemukan dengan diagnosa patologi anatominya yang disebut dengan fetus in fetu. Ini menjadi suatu hal penyakit atau keadaan yang jarang terjadi tapi ada ditemukan," tutur Dovy.
Fetus in fetu, sebut Dovy, dalam ilmu medisnya adalah bayi kembar parasit. "Memang kembar, tapi satu kembarannya itu terlingkup di dalam janin. Biasanya pada rongga retroperitoneal atau pada rongga lain. Kebetulan ini pada bagian retroperitoneal. Dan kita mendiagnosanya dengan tumor abdomen dengan suspect teratoma dengan diagnosa banding fetus in feto," ucapnya.
Ternyata, kata Dovy, diagnosa pastinya patologi anatomi adalah fetus in fetu.
"Jadi, ini biasanya bersifat tumor jinak. Dan bisa terjadi pada bayi baru lahir dengan umur sebulan," ucapnya seraya mengatakan jika dibaca literatur di abad ke-19, hanya lebih kurang 100 kasus sampai saat ini.
Mungkin di Indonesia, salah satunya RSUP M Djamil mendapatkan kasus ini yang baru dilaporkan.
Orang tua Adnan, Hendi mengatakan kondisi Adnan sudah stabil.
"Kata dokter, minggu depan Adnan sudah bisa kontrol. Jadi Adnan sudah bisa pulang hari ini," ucap Hendi.
Selain itu, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada manajemen RSUP M Djamil, dokter, dan perawat.
"Saya bersyukur karena anak saya telah menjalani proses pengobatan dan perawatan, hingga akhirnya bisa pulang pada hari ini," tukasnya.(ril)


Komentar