Padang, Arunala.com--Potongan video menggambarkan kondisi dugaan pengabaian terhadap pasien di rawat di salah satu ruangan perawatan RSUP Dr M Djamil, Minggu (12/11), tersebar di media sosial. Mengantisipasi kesimpangsiuran informasi, manajemen RSUP Dr M Djamil pun bergerak cepat.
Berdasar press release diterima Arunala.com dari RSUP M Djamil, Senin (13/11) pagi, menuliskan dari informasi dihimpun dari ruang rawatan, pasien diketahui bernama Yuliarni umur 64 tahun.
Pihak rumah sakit dalam rilisnya menyebutkan, pasien tersebut diketahui sudah dirawat intensif sejak 13 Oktober lalu dan dinyatakan meninggal secara medis pada Minggu (12/11) sekitar pukul 15.30.
Dalam rilisnya, pihak rumah sakit menyebut, potongan video itu, terkesan adanya dugaan pengabaian kondisi pasien yang disebutkan salah seorang anggota keluarga pasien dalam rekaman video karena pergantian shift kerja petugas rawatan.
Hal itu menjadi pemicu kemarahan dan kekecewaan. Ini dikarenakan lebih mementingkan pergantian shift kerja daripada pemantauan kondisi pasien yang dirawat.
"Saat itu pasien Yuliarni dirawat di ruang Hight Care Unit (HCU) Bedah dengan diagnosa pascaoperasi luka bakar dan tracheostomy setelah sebelumnya dilakukan operasi amputasi jari kaki kiri," tulis pihak manajemen RSUP M Djamil.
Selama masa perawatan khususnya di ruangan HCU Bedah, pasien tersebut terus dilakukan pemantauan secara intensif baik dari dokter maupun dari perawat.
Kondisi pasien yang harus dilakukan suction yaitu suatu tindakan pembersihan jalan napas karena penumpukan cairan di saluran atas pernapasan. Suction ini terus dilakukan secara berkala dengan selang waktu tertentu.


Komentar