Jakarta, Arunala.com - Spotlight Indonesia 2023 yang diadakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) telah terlaksana dengan sukses dan meriah pada Kamis (16/11) hingga Sabtu (18/11) di Pos Bloc Jakarta. Pagelaran fesyen tahunan yang mengusung tema 'Culture: Then & Now' tersebut, mendapat antusiasme tinggi dari para pencinta fesyen di tanah air.
Selama tiga hari acara berlangsung, Spotlight 2023 mengajak ratusan desainer dan jenama lokal untuk memamerkan karya-karya busana mereka. Selain desainer dan jenama lokal, Spotlight 2023 juga memberi ruang bagi para pelajar yang ingin menampilkan karya mereka.
Di hari terakhir (18/11), desainer asal Payakumbuh Feymil Chang berkolaborasi dengan Dekranasda Kota Payakumbuh turut tampil memamerkan karyanya. Koleksi busana yang ditampilkan ini mengusung tema Alif.
"Tema ini penuh makna. Alif huruf hijaiyah yang sarat makna. Huruf yang mempunyai keistimewaan yang menandai kebesaran dan keagungan Allah SWT. Dari Yang 1 kembali ke Yang 1," kata Feymil.
Ia mengatakan koleksi busana ini terinspirasi dari apa yang terjadi di Palestina. Perlawanan dan perjuangan seorang perempuan Palestina membela negaranya dan melindungi anak-anak. Tentunya dengan perjuangan tiada henti," ucapnya.
Karya busana ini, tutur Feymil, memakai bahan tenun balai panjang Payakumbuh, parasut dan kadorai. "Warna-warna yang dipakai diambil dari reruntuhan gedung-gedung dan bangunan di Palestina," tutur Feymil.
Ia berharap melalui karyanya ini dapat menginspirasi, mewakilkan dan menyuarakan sebuah kata kemanusiaan dan perdamaian untuk masyarakat Palestina."Stop War dan Save untuk anak-anak Palestina," tegasnya.


Komentar