Suwirpen Inginkan Prevelansi Stunting Sumbar Turun 11 Persen di 2024

Metro- 19-11-2023 18:10
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Siub saat memberikan bantuan Stunting di Kecamatan Kuranji, Sabtu (18/11). (Dok : Istimewa)
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Siub saat memberikan bantuan Stunting di Kecamatan Kuranji, Sabtu (18/11). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib meminta seluruh unsur melakukan upaya yang lebih optimal untuk mencapai target tersebut. Apa yang disampaikan Suwirpen ini sebagai langkah untuk mencapai target penurunan prevelansi stunting sebesar 11 persen pada 2024 di Sumbar.

Suwirpen menyebutkan, data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun lalu, angka prevalensi stunting Sumbar sebesar 25,2 persen atau naik 1,9 persen dibanding tahun 2021 lalu yang mencapai 23,3 persen.

"Maka upaya pencegahan stunting itu sangat penting dilakukan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas bagi masa depan Sumbar," ujar Suwirpen saat memberikan bantuan Stunting di Kecamatan Kuranji, Sabtu (18/11).

Dia mengajak, seluruh wakil rakyat yang ada kabupaten kota hingga provinsi bisa merealisasikan anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) untuk penangan stunting.

"Kondisi stunting pada anak tidak hanya terjadi karena orang tua tidak sanggup memenuhi kebutuhan gizi anak, namun juga karena pola asuh yang tidak tepat," tukas Suwirpen.

Terkait bantuan program bantuan stunting, Suwirpen telah menyediakan 2.000 lebih paket bantuan untuk beberapa kabupaten kota. Program ini akan terus berlanjut hingga 2024, bahkan bisa dilaksanakan hingga tiga kali lagi, hingga bantuan itu merata pada 19 kabupaten kota.

" Target utamanya adalah kantong-kantong stunting yaitu anak-anak yang berpotensi hingga yang telah mengalami kondisi gizi buruk tersebut," katanya.

Dia mengatakan, mengawal dan memastikan pelaksanaan percepatan penurunan stunting sesuai dengan target termasuk ke dalam program prioritas daerah.

Percepatan penurunan Stunting perlu mendapat dukungan dan komitmen dari kepala daerah dan para pemangku kepentingan serta penggerak program di lapangan.

"Dengan dukungan tersebut, diharapkan angka prevalensi stunting tahun 2024 di Sumbar secara siginifikan dari tahun sebelumnya," katanya. (cpt/*)

Komentar