.
"Semoga ini berjalan lancar. Mulai dari processing order, business to business dengan rumah sakit. Paling tidak Sumbar saja dulu," tegas Efa Yonnedi.
Kampus ini dibangun atas dasar cita-cita mulia, amanat dititipkan para pendiri bangsa, untuk menjadi kampus berkarya Untuk Kedjajaan Bangsa.
"Saya ingin mengajak kita semua untuk terus bersatu, bersinergi, dan bekerja keras guna menghadapi berbagai tantangan tidak mudah. Tapi semakin sulit, kompleks dan rumit," ucapnya.
Di era yang terus berkembang ini, kata Efa, tantangan baru akan terus muncul. Kondisi global saat ini diwarnai dengan situasi yang tidak menentu, tak pasti, dan tak terduga.
"Seperti Covid-19, cilmate change, peperangan dan perkembangan teknologi yang bergerak eksponensial. Kondisi tersebut menuntut kita harus terus belajar, pintar, cepat, luwes dan lincah beradaptasi dengan perubahan," tuturnya.
Ia menyadari Unand adalah rumah bagi semangat inovasi, rumah bagi inspirasi, rumah bagi transformasi.
"Di posisi yang baru ini, saya berkomitmen untuk memajukan semangat itu lebih jauh lagi dengan semangat kebersamaan," ujar Efa seraya mengatakan tidak bisa amanah seberat ini hanya dikerjakan oleh rektor. Leadership itu berjenjang.
Efa percaya kolaborasi yang kuat antar civitas akademika, dosen antar fakultas, tenaga kependidikan, mahasiswa serta alumni. Kolaborasi pun diperlukan dengan institusi pendidikan baik dalam dan luar negeri.
"Kolaborasi yang apik perlu dilakukan dengan Pemda, pelaku usaha dan dunia industri, institusi pertahanan. Kami yakin dengan membangun network kuat bersama dan didukung filantropis," tekannya.
Sementara Rektor Unand sebelumnya periode 2019-2023 Prof Dr Yuliandri SH MH menyampaikan sudah sejauh mana langkah Unand selama masa kepemimpinannya. Capaian utama yang diraih adalah berhasilnya Unand bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
"Berhasilnya Universitas Andalas menjadi PTN-BH atas persetujuan dari enam kementerian sehingga Unand menjadi PTN-BH pada tahun 2021," ucapnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan berbagai capaian pembangunan infrastruktur di Unand. Seperti pembangunan Laboratorium Sentral yang menelan biaya Rp 209 miliar melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), serta Gedung Laboratorium Fakultas Hukum yang dibangun dengan bantuan dari Tahir Foundation.
Diakhir sambutannya, Prof Yuliandri menutup dengan menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantunya selama melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai rektor. (ril)
Halaman 12


Komentar