DVI Polda Sumbar Cocokkan Data Pendaki yang Tewas dengan Keluarga

Metro- 04-12-2023 19:52
Kasubid Dokpol Bikdokes Polda Sumbar, dr Eka Purnamasari beri keterangan soal rencana identifikasi oleh DVI Polda Sumbar pada korban yang meninggal di Gunung Marapi, Senin (4/12). (Dok : Istimewa)
Kasubid Dokpol Bikdokes Polda Sumbar, dr Eka Purnamasari beri keterangan soal rencana identifikasi oleh DVI Polda Sumbar pada korban yang meninggal di Gunung Marapi, Senin (4/12). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Barat (Sumbar) melakukan identifikasi jenazah pendaki Gunung Marapi yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah pendaki sebelumnya akan dievakuasi ke Rumah Sakit Achmad Mochtar, Kota Bukittinggi.

Kasubid Bikdokes Polda Sumbar, dr Eka Purnamasari mengatakan, jenazah pendaki Gunung Marapi yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia terlebih dulu akan dilakukan identifikasi. Jenazah yang diidentifikasi terdiri dari jenazah yang tidak sempurna atau rusak agar nanti tidak salah saat penyerahan kepada keluarga.

Menurut Eka, teknis identifikasi dengan mengumpulkan data orang hilang dari pihak keluarga, menanyakan ciri khas korban. Kemudian, mencocokkan data di posko antermortem atau tempat pemeriksaan yang berada di Rumah Sakit Achmad Mochtar.

"Dari posko nanti kami cocokan data dengan jenazah korban yang berada di kamar jenazah. Setelah dilakukan pencocokan data tersebut baru diserahkan ke pihak keluarga," kata Eka, Senin (4/12).

Eka menjelaskan, waktu penyerahan jenazah kepada pihak keluarga dapat dilakukan dalam sehari. Hal itu tergantung kondisi jenazah yang tidak banyak mengalami kerusakan dan dokumen lengkap saat pencocokan data.

"Pada posko antermortem dapat dilakukan pengambilan sampel DNA, sampel dokumen seperti ktp, surat keterangan lahir, ijazah, foto. Lalu properti korban sebelum berangkat naik Gunung Marapi yang dapat diminta kepada keluarga korban," ujarnya.

Eka menambahkan, saat ini sudah ada sekitar 20 orang keluarga korban pendaki Gunung Marapi yang melaporkan kepada tim. Adapun keluarga yang melaporkan terdiri dari orang tua, keluarga lainnya seperti tante, sepupu dan juga ada dari teman korban. (ril/*)

Komentar