Padang, Arunala.com - RSUP Dr M Djamil Padang menerima dua pasien korban erupsi Gunung Marapi rujukan dari RSUD Achmad Mochtar, Senin (4/12). Kedua pasien itu dirawat di Ruang Rawat Inap Luka Bakar dengan kondisi dalam keadaan membaik.
"Kami menerima pasien erupsi dari Gunung Marapi pertama Senin (4/12) sekitar pukul 21.00 dengan inisial Z seorang perempuan berusia18 tahun. Kemudian, pasien kedua sekitar pukul 22.30, seorang laki-laki berusia 17 tahun. Kedua korban merupakan warga Kota Padang yang beralamat di Kuranji," kata Plt Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Dr M Djamil Dr dr Bestari Jaka Budiman SpTHT-KL (K) FICS, kepada wartawan, Selasa (5/12).
Ia menjelaskan kondisi wanita mengalami luka bakar sekitar 41 persen dan kondisi stabil yang tidak perlu tindakan dan perawatan. Namun hanya diganti perban dan mandi saja. Sedangkan pasien laki-laki mengalami luka bakar sekitar 30 persen dan kondisi juga membaik.
"Sampai saat ini kita tetap menjaga jika terjadi gangguan saluran napas untuk luka bakar. Namun jika perlu kita akan rawat karena kita punya ruang rawat luka bakar, ganti perban dan mandi saja," tuturnya
Bestari mengaku yang menangani pasien atau korban dari erupsi Gunung Marapi yaitu dokter yang bertanggung jawab dokter bedah plastik sebagai Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP).
"Minggu malam kita mendapatkan konfirmasi dan Senin pagi kita sudah siapkan tim untuk mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan yaitu menyiapkan ruang luka bakar, DPJP standby, fraktur dan kamar operasi. Semua standby," katanya.
Ia mengatakan jika ada pasien yang berat pihaknya akan menggunakan sistem rujukan dari RSUD Achmad Mochtar.
Untuk pembiayaan, kasus alam seperti ini biasanya dibiayai negara melalui BPBD. Namun saat ini pihaknya akan terima saja terlebih dahulu, dan rawat korban hingga membaik, sehingga tidak terlalu memberatkan pasien.
"Kendala kita tidak ada, karena kita mempunyai ruang khusus, DPJP. Untuk pasien di bawah 50 persen luka bakar kita cukup bisa dengan perawatan yang baik saja," tuturnya. (ril)


Komentar