Korban Terakhir Ditemukan, SAR Marapi Ditutup

Metro- 06-12-2023 21:39
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Edi Mardianto bersama seluruh tim SAR gabungan rapat evaluasi operasi SAR erupsi Gunung Marapi, di posko utama tim evakuasi di Batu Palano, Agam, Rabu malam (6/12). (Dok : Istimewa)
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Edi Mardianto bersama seluruh tim SAR gabungan rapat evaluasi operasi SAR erupsi Gunung Marapi, di posko utama tim evakuasi di Batu Palano, Agam, Rabu malam (6/12). (Dok : Istimewa)

Agam, Arunala.com - Proses pencarian dan penyelamatan (SAR) pendaki yang jadi korban erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam resmi ditutup menyusul telah ditemukannya satu korban terakhir oleh tim SAR gabungan di areal cadas Gunung Marapi, Rabu (6/12).D

Dengan ditemukannya jasad dari survivor ini, menunjukkan korban yang meninggal dari erupsi Gunung Marapi itu total menjadi 23 orang.

Dari informasi yang dirangkum menyebutkan, dari 23 korban yang meninggal itu seluruhnya sudah teridentifikasi oleh tim DVI Polda Sumbar yang selalu standby untuk menemukan identitas korban.

Adapun penutupan operasi SAR korban erupsi Gunung Marapi, ditetapkan oleh Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Edi Mardianto bersama seluruh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, PMI, Pemda, Malapa, organisasi pengiat alam, tidak terkecuali relawan dalam rapat evaluasi operasi SAR erupsi Gunung Marapi di posko utama tim evakuasi di Batu Palano, Agam, Rabu malam (6/12).

Dalam rapat itu juga diputuskan pada Rabu malam itu, kawasan Gunung Marapi dinyatakan dilarang untuk kegiatan pendakian hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Seperti diketahui, Gunung Marapi yang ada di Kabupaten Agam itu memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 3.000 meter pada Minggu sore, (3/12).

Saat insiden terjadi, gunung yang berstatus level II atau waspada itu sedang didaki 75 orang sesuai data yang ada di Pos masuk gunung di Batu Palano. (cpt/*)

Komentar