.
Dokter Konsultan Tumbuh Kembang Anak itu juga menjelaskan dengan segala hal kemungkinan yang terjadi, pihaknya sudah mengantisipasi dengan kesiapan tim medis dan ketersediaan ruang rawatan. Dan pasien dan korban yang dirujuk ke RSUP M Djamil itu masuk kategori berat dan kritis.
"Tentunya ini bagian dari langkah yang kita lakukan agar maksimal memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien dan korban. Tentu kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran proses ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama RSUP M Djamil, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua turut prihatin terhadap peristiwa yang terjadi di SPH.
Mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan RSUP M Djamil sebagai rujukan tingkat akhir mengaktifkan tim kesiapsiagaan bencana.
"Kami juga melakukan koordinasi pengelompokan pasien berdasarkan tingkat keparahan yang dialami dan juga membantu merujuk ke rumah sakit sekitar," sebutnya.
Ia mengatakan keikutsertaan RSUP M Djamil sebagai bentuk tanggung jawab moril dan tugas bersama untuk mengkoordinir kesiapsiagaan bencana sehingga bisa bekerja dengan baik di lapangan.
"Hal itu sejalan dengan peran rumah sakit rujukan untuk berpartisipasi aktif sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan," ucap Dovy.
Sebagaimana diketahui, Selasa (30/1) sore terjadi ledakan di lantai I SPH yang mengakibatkan terganggunya operasional di rumah sakit tersebut. Pasien dan korban ledakan terhadap peristiwa tersebut dirujuk di sejumlah rumah sakit di Kota Padang. (ril)
Halaman 12


Komentar