.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan nasabah, agar terhindar dari quishing. Khususnya yang berhubungan dengan pembayaran elektronik.
Pertama, verifikasi kode QR dengan memastikan kode QR berasal dari sumber resmi dan bonafide. Pastikan nama atau identitas pedagang yang tertera pada aplikasi sesuai dengan tujuan pembayaran yang diinginkan.
"Anda bisa mengkonfirmasi kepada pedagang terkait nama merchant dan lembaga jasa keuangan yang tertera pada tampilan QRIS untuk memastikan hal ini," katanya.
Kedua, periksa informasi transaksi. Untuk transaksi pembayaran, periksa seluruh informasi transaksi yang ditampilkan pada perangkat sebelum melakukan konfirmasi pembayaran.
Nasabah perlu memperhatikan informasi yang muncul saat scan barcode, mulai dari jumlah pembayaran hingga detail transaksi telah sesuai dengan yang sebenarnya.
Ketiga, hindari membagikan informasi sensitif. Pastikan menggunakan saluran transaksi yang aman untuk menjaga informasi pribadi tetap terlindungi saat bertransaksi menggunakan QRIS dengan cara-cara seperti, gunakan aplikasi/platform resmi lembaga jasa keuangan, misalnya Nagari Mobile Banking.
"Tidak membagikan username, password, kode OTP, PIN dan data sensitif lainnya melalui telepon, pesan teks, email maupun media lainnya," ucapnya.
Keempat, perbarui aplikasi perbankan. Pastikan aplikasi perbankan, dompet digital, dan pengamanan perangkat selalu up-to-date.
Kelima, menggunakan koneksi internet yang aman. Pastikan menggunakan koneksi internet yang aman saat melakukan transaksi QRIS.
Nasabah bisa menggunakan koneksi pribadi dan menghindari menggunakan jaringan Wi-Fi publik yang tidak terlindungi untuk mengurangi risiko pencurian data.
"Keenam, laporkan aktivitas mencurigakan. Segera laporkan ke layanan pelanggan lembaga jasa keuangan jika menemukan aktivitas atau transaksi yang mencurigakan terkait dengan QRIS," imbaunya. (ril/*)
Halaman 12


Komentar