Padang, Arunala.com - Seorang calon anggota DPD RI dari Sumbar, Nurkhalis mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar, Jumat siang (16/2). Kedatangan calon DPD RI yang akrab disapa sahabat petani itu untuk berdiskusi sekaligus menanyakan hasil Sirekap milik KPU menyangkut hasil suara pemilihan Rabu (14/2) kemarin.
Dalam pemilihan kemarin, dirinya mengaku punya saksi di 3.000 titik atau simpul yang mengawasi proses pemilihan dan penghitungan suara di TPS masing-masing.
"Hari ini saya mempertanyakan dengan viral nya di medsos tentang Sirekap KPU yang beredar di sejumlah media online, dimana hal itu jangan sampai melemahkan semangat teman-teman petani di Sumbar," ungkap Nurkhalis kepada Arunala.com di kantor KPU Sumbar, Jumat sore (16/2).
Dia mengaku, dari hasil pengamatannya hingga pukul 16.00 WIB tadi (Jumat, red), pergerakan tabulasi suara pada Sirekap KPU itu menunjukkan dari 43 persen suara masuk di KPU, ini berbanding dengan 7.000 an TPS. Ketika dikalkulasikan dengan perolehan dari 16 calon DPD RI dari Sumbar, jumlah suara yang masuk mencapai 822.700 lebih suara itu
"Kalau jumlah dipakai dengan pembanding lurus, jumlah 822.700 lebih dibagi dengan 7.000 an TPS tadi, berarti pemilih DPD RI yang ada di Sumbar hanya mencapai 48 persen yang menggunakan hak pilihnya," tukas Nurkhalis.
Apa yang disampaikan Nurkhalis ini berangkat dari pengalamannya nyalon anggota DPD RI asal Sumbar pada pemilu 2019 lalu. Jadi dirinya merasa pada pemilu 2024 ini harus lebih teliti lagi menyikapi proses penghitungan suara pemilu itu, supaya kekalahan atau dikalahkan pada 2019 tidak lagi bagi dirinya.


Komentar