Jakarta, Arunala.com--Gerhana matahari total berlangsung hari ini, 8 April. Ada tiga negara yang akan menyaksikan fenomena langka ini. Masing-masing adalah Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada. Di setiap wilayah, waktu pengamatannya berkisar 3-4 menitan.
"Fenomena ini tidak bisa diamati langsung oleh masyarakat Indonesia. Karena pada saat Gerhana Matahari Total tersebut berlangsung, wilayah Indonesia akan berada pada sisi gelap bumi (waktu malam hari)," kata Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dikutip dari laman resminya.
Diketahui, Gerhana Matahari Total terakhir terlihat di Indonesia pada 16 Maret 2016. Fenomena ini yang akan datang, akan terjadi pada 23 Agustus 2044.
Selain Gerhana Matahari Total, menurut National Center for Atmospheric Research (NCAR) akan terlihat ledakan-ledakan di Matahari.
"Dimana saat totalitas Gerhana Matahari, pandangan Matahari dari Bumi terhalang oleh Bulan dan menyisakan sisi tepi. Pada sisi tepi inilah di Bumi bisa menyaksikan tepian plasma Matahari tampak meledak-ledak," ungkap BMKG.
BMKG menjelaskan ledakan di matahari lebih disebabkan oleh adanya aktivitas internal di matahari itu sendiri. Hal ini terjadi karena tingkat aktivitas matahari yang mengalami pasang surut selama siklus 11 tahunan akan mencapai puncaknya pada tahun 2024 ini.
Para ahli atmosfer di seluruh dunia, belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Namun BMKG menuliskan kemungkinan besar melibatkan gaya magnetik atau reaksi nuklir di dalam matahari.
Pengaruh aktivitas (ledakan-ledakan) matahari di bumi, tergantung besar kekuatan ledakannya. Di bumi, terutama berdampak pada kemagnetan bumi, yaitu berupa badai magnet bumi (Geomagnetic Storm). Hal ini terjadi karena ledakan di permukaan matahari (korona) tersebut melontarkan plasma besar yang berisikan partikel bermuatan (angin matahari) beserta medan magnet berkecepatan tinggi yang menjalar hingga ke magnetosfer bumi," terang BMKG.
Peristiwa lontaran massa korona itu sering disebut sebagai Coronal Mass Ejection(CME). "Ketika CME menghantam medan magnet di sekitar bumi (magnetosfer), lontaran partikel bermuatan tersebut dibelokkan oleh lapisan magnetosfer bumi ke arah garis kutub utara dan kutub selatan," imbuhnyanext


Komentar