Agam, Arunala.com--Sekitar 65 hektare sawah tertutup lumpur, 69 rumah warga terdampak, dan 38 tempat usaha rusak akibat banjir lahar dingin melanda Nagari Bukitbatabuah Kecamatan Canduang. Langkah-langkah darurat pun telah dilakukan secara aktif oleh Pemkab Agam.
"Meskipun air kini telah kembali mengalir normal, dampak dari kejadian sejak Jumat lalu masih dirasakan terutama dalam sektor pertanian. Total kerugian mencapai Rp 5,9 miliar lebih," kata Bupati Agam, Dr H Andri Warman saat Rapat Koordinasi bersama BNPB di Mess Pemda Belakang Balok Bukittinggi, Senin (8/4/2024).
Dalam paparannya, Bupati Agam menyampaikan langkah-langkah darurat telah dilakukan secara aktif oleh Pemkab Agam. "Termasuk evakuasi masyarakat ke tempat yang aman, pembersihan material banjir, serta mobilisasi armada dari Damkar dan mobil sampah," ungkap Bupati Agam seraya mengatakan mitigasi pun dilakukan dengan menempatkan alat-alat di lokasi untuk membersihkan material banjir dan mencegah air meluap ke jalan.
Sementara itu, Deputi Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Fajar Setiawan, memberikan apresiasi atas tindakan cepat yang dilakukan oleh Bupati Agam dan jajarannya dalam menangani situasi darurat ini. Pendirian posko dan kolaborasi dengan berbagai pihak dianggap sebagai manajemen risiko bencana yang sangat baik.
Meskipun potensi bencana seperti banjir bandang, cuaca ekstrem, dan erupsi gunung masih ada, Deputi BNPB menekankan bencana tidak bisa dihentikan. Tetapi kerugian bisa diminimalkan melalui komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat.
Dalam upaya bantuan, BNPB telah memberikan dukungan berupa tenda pengungsi, mesin pompa, paket makanan siap saji, sembako, biskuit protein, hygiene kit, matras, selimut, dan dana darurat siap pakai Rp 250 juta untuk operasional petugas di lapangan.(*)


Komentar