.
Senator ini juga mengatakan, yang perlu disadari bahwa satu suara yang diberikan sangat berarti, salah mewakafkan suara berisiko untuk lima tahun ke depan.
Pilihan kata "wakaf", ulasnya, bermakna secara filosofis, suara yang diberikan tidak transaksional.
"Tapi benar-benar wakaf suara yang ikhlas, tanpa berharap imbalan, yang diharapkan dari yang didukung 'terpilih' dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya," ucap Also lagi.
Dia melanjutkan, saat ini bisa dikatakan demokrasi sudah diambang kematian dan ibarat sakit sudah stadium 4, hanya keajaiban yang ditunggu.
Ini dikarenakan oleh penjajal demokrasi untuk kepentingan sesaat, yang kemudian memporak porandakan kotak panroda demokrasi.
"Jadi, tidak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan "better late than never," ujar Alirman Sori.
Dirinya mengajak semua komponen sama-sama introspeksi diri, jangan sampai tergadai integritas dengan pemberian sembako dan uang Rp 200 ribu.
"Lalu kita korbankan masa depan untuk kepentingan sesaat dan para kandidat sampaikanlah Visi dan Misi yang realistis, bukan Visi Misi yang membual alias janji manis," pungkas Alirman Sori. (*)


Komentar