Surabaya, Arunala.com - Berita menyangkut hoaks juga sempat merambah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Kondisi itu dirasakan saat pada pemilu 2024 kemarin. Isu hoaks itu berhasil diatas dengan cepat pihak Polda Jatim.
Penjelasan ini diungkapkan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirwanto dalam silaturahmi dengan peserta studi tiru Jaringan Pemred Sumbar (JPS), di ruang Humas Mapolda Jatim di Surabaya, kemarin.
Dia menjelaskan, sekecil apa pun isu yang berkembang di wilayah Jatim terus dipantau pihak Polda.
"Untung saja isu hoaks itu ditangkal secepatnya. Ini juga berkat karakter warga Jawa Timur tidak mudah termakan isu hoaks itu," kata Komber Pol Dirwanto.
Kemudian dalam penanganan isu hoaks ini, Dirwanto menyebut, harus dikelola secara bijak.
Selain itu, lanjutnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto juga sering membina hubungan dengan tokoh-tokoh masyarakat di Jawa Timur, termasuk beberapa ormas dan berbagai elemen, baik itu sebelum pemilu maupun sudah pemilu, sehingga kondisi Jatim berjalan aman.
Kombes Pol Dirmanto yang didampingi Kabag Dalops Biro Operasional Polda Jatim, AKBP Made Dhanu, dan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim, AKBP M. Sinwan, mengatakan, selain jajaran Forkopimda Jatim dan Dinas Kominfo Jatim, pihaknya juga mengajak berkolaborasi dengan berbagai organisasi dan kelompok-kelompok masyarakat.
Semua komponen itu digabungkan dalam Komite Komunikasi Digital (Kokod).
"Di Polda Jatim, kehadiran komite ini sebagai proses bisnis didalam menangani hoaks di Jatim," ucap Dirmanto lagj.
Ia melanjutkan, adanya Komite Komunikasi Digital ini, Polda Jatim berharap lebih banyak kelompok yang secara bersama-sama menolak penyebaran hoaks di daerah ini dengan cepat.
Anggota yang tergabung dalam Kokod ini, sambung Dirwanto, mulai dari pemilik media, Asosiasi wartawan, Polri, TNI dan elemen lainnya termasuk Diskominfo Jatim selaku leading sector-nya.
Di sisi lain, Dirwanto menjelaskan apabila isu hoaks itu bersinggungan dengan ranah pidana, tentunya segera diprosesnext


Komentar