Desa Padang Birik-Birik Wakili Kota Pariaman di Penilaian Desa Cantik 2024

Metro- 21-09-2024 14:01
Sekretaris Dinas Kominfo Kota Pariaman, Riky Falantino ketika membuka sosialisasi Mikro Data Desa/Kelurahan dan Pencanangan Desa Statistik (Desa Cantik) Desa Padang Birik-Birik, di Aula Balaikota Pariaman, Kamis (19/9/2024). (dok : istimewa)
Sekretaris Dinas Kominfo Kota Pariaman, Riky Falantino ketika membuka sosialisasi Mikro Data Desa/Kelurahan dan Pencanangan Desa Statistik (Desa Cantik) Desa Padang Birik-Birik, di Aula Balaikota Pariaman, Kamis (19/9/2024). (dok : istimewa)

Pariaman, Arunala.com - BPS Kota Pariaman bersama Dinas Kominfo kota setempat menggelar Sosialisasi Mikro Data Desa/Kelurahan dan Pencanangan Desa Statistik (Desa Cantik) Desa Padang Birik-Birik, di Aula Balaikota Pariaman, Kamis (19/9/2024).

Dalam sosialisasi itu keberadaan Basis Data bagi Kota Pariaman itu menjadi pokok bahasan yang dikupas para peserta yang ikut dalam kegiatan itu.

“Basis Data, harus dibangun secara berkelanjutan berdasarkan Fakta, bukan persepsi atau kepentingan. Data memiliki peranan sangat penting untuk proses kegiatan pembangunan dan pemerintahan, data juga berperan untuk perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi,” ungkap Sekretaris Dinas KKominfo Kota Pariaman, Riky Falantino.

Berkualitas tidaknya proses perencanaan tersebut, ucap Riky, tergantung pada ketersediaan data yang berkualitas, dan data yang berkualitas didapat sesuai dengan keadaan yang ada di lapangan, yang diolah dan disajikan dengan baik.

Terkait dengan Desa Cantik, lanjutnya, Kota Pariaman di Tahun 2023 kemarin telah mendapat pengakuan sebagai salah satu peraih terbaik di Indonesia, dengan terpilihnya Desa Kampung Gadang, Kecamatan Pariaman Timur, sebagai 10 Terbaik Nasional Desa Cantik dari BPS Pusat.

“Semoga di 2024 ini dengan dicanangkanya Desa Padang Birik-Birik, Kecamatan Pariaman Utara mewakili Kota Pariaman di penilaian Desa Cantik, dapat meraih hasil yang sama, kalau bisa lebih baik lagi, sehingga dapat mengharumkan nama Kota Pariaman di kancah nasional,” ucapnya.

Sementara Kepala BPS Kota Pariaman, Yuliandri menuturkan untuk menghasilkan data yang baik dan satu, diperlukan peranan dari masing-masing institusi, mulai dari Bappeda yang berperan sebagai Sekretariat Satu Data,

Dinas Kominfo sebagai Walidata dan BPS sebagai Pembina data, dan OPD, instansi vertikal serta Desa dan Kelurahan menjadi statistic sectoral, sehingga data yang telah dikumpulkan tidak terjadi perbedaan ketika akan diterbitkan.

“Kegiatan yang kita lakukan ini, sebagai sinergi antara BPS sebagai Pembina data dengan Dinas Kominfo sebagai Walidata, sehingga mampu menghasilkan data yang akurat dan benar untuk dijadikan satu data, karena tugas pokok BPS, adalah melayani masyarakat, sehingga data ini dapat dijadikan sumber rujukan utama dalam mengukur keberhasilan pembangunan Kota Pariaman, sehingga dengan adanya data yang valid, setiap kegiatan akan tepat sasaran,” ungkapnya. (*)

Komentar