Bertemu Anggota WPCD, Fadly Amran Paparkan Program Kerjanya

Metro- 25-10-2024 07:48
Calon Wali Kota Padang nomor urut 1, Fadly Amran, bersama anggota WPCD di Andalas, Kamis (24/10/2024). (dok : istimewa)
Calon Wali Kota Padang nomor urut 1, Fadly Amran, bersama anggota WPCD di Andalas, Kamis (24/10/2024). (dok : istimewa)

a

Salah satu program yang menarik perhatian warga adalah Dubalang Kota, sebuah inisiatif yang bertujuan membentuk karakter dan kedisiplinan masyarakat, khususnya generasi muda.

Fadly menjelaskan bahwa program ini akan membantu mengatasi masalah anak-anak muda yang sering berkeliaran tanpa tujuan di malam hari.

"Kami akan membuat pengaturan lebih baik agar anak-anak muda kita mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan. Orang tua juga akan dilibatkan dalam program didikan subuh bersama, sebagai bagian dari tanggung jawab mereka terhadap anak-anaknya," kata Fadly.

Program Dubalang Kota ini diharapkan mampu menjadi solusi efektif untuk membangun ketertiban sosial dan memperkuat kedisiplinan di kalangan anak muda Padang.

Tidak hanya soal pendidikan dan kesehatan, Fadly juga berbicara tentang rencana revitalisasi Pasar Raya, pusat ekonomi Kota Padang.

Menurutnya, pasar tradisional tidak boleh kalah bersaing dengan platform perdagangan daring (online shopping).

"Kami akan memastikan Pasar Raya kembali hidup, produk-produk lokal tidak boleh tenggelam oleh online shop. Kami akan mendesain pasar ini menjadi lebih modern dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli," jelasnya.

Rencana ini disambut baik oleh anggota WPCD, yang sepakat bahwa revitalisasi Pasar Raya bisa menghidupkan kembali ekonomi lokal dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa anggota WPCD mengajukan pertanyaan terkait berbagai permasalahan yang dihadapi warga.

Salah satunya adalah masalah ekonomi di daerah Bungus, Teluk Kabung, serta anggaran yang diberikan kepada Kerapatan Adat Nagari (KAN).

Fadly menjawab bahwa pemerintahannya akan mengadakan dana operasional tahunan yang transparan dan ramah investasi.

"Investasi harus betul-betul ramah untuk membuka lapangan pekerjaan, karena sektor swasta yang saat ini mendominasi penciptaan pekerjaan di Kota Padang," ujarnya. (*)

Komentar