.
Apalagi jenis narkoba sekarang banyak pula. Sejak dulu yang diketahui masyarakat ada ganja, sabu, ekstasi, opium.
Malah, sebut dia, ada yang berbentuk minuman dan makanan seperti permen. Obat-obatan pereda nyeri, obat batuk yang dikonsumsi sekaligus banyak, lem, jamur kotoran sapi dan lainnya.
"Ini efeknya sama seperti narkoba. Bisa merusak organ, fisik, pikiran, kejiwaan dan mental," paparnya lagi.
Untuk itulah Evi meminta semua peserta sosialisasi untuk mengecek anggota keluarga masing-masing.
Misalnya kalau sering stok obat batuk atau obat pereda nyeri ini patut dicurigai dan dicek urinnya. Lihat juga gejala dan perubahan sikapnya.
Paling utama lagi katanya, awasilah pergaulan anggota keluarga. Terutama anak-anak. Hal ini dikarenakan tadi bahwa biasanya berawal dari pemberian teman.
Hal ini dialami oleh penyintas narkoba, Rival yang ikut dihadirkan Evi Yandri dalam kegiatan tersebut.
Rival, berumur 14 tahun dan berasal dari Pasaman. Ia dijemput Evi Yandri dan Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI) untuk direhabilitasi.
Saat dijemput ia dipasung orangtuanya karena gejala gangguan kejiwaan. Saat ini Rival sedang menjalani rehabilitasi dan sudah terlihat perkembangannya lepas dari narkoba.
"Pertama kali saya pakai ganja waktu kelas 6 SD. Dikasih teman. Lalu ada lagi sabu, juga dikasih teman. Lalu saya mencuri motor hp, untuk dipakai saja. Tidak dijual," kata Rival. (cpt)


Komentar