Anggota DPRD Sumbar, Syofian Hendri Salurkan Bantuan untuk Masjid Baitul Makmur, Muaro Sijunjung

Metro- 25-02-2026 07:09
Anggota DPRD Sumbar, secara simbolis serahkan dana pembangunan kepada ketua pengurus Masjid Baitul Makmur, Kepridaus, saat melaksanakan Safari Ramadan di masjid itu, Selasa malam (24/2/2026). IST
Anggota DPRD Sumbar, secara simbolis serahkan dana pembangunan kepada ketua pengurus Masjid Baitul Makmur, Kepridaus, saat melaksanakan Safari Ramadan di masjid itu, Selasa malam (24/2/2026). IST

Sijunjung, Arunala.com - Pengurus Masjid Baitul Makmur, Muaro Sijunjung, Selasa malam (24/2/2026) menerima bantuan dana hibah senilai Rp50 juta.

Bantuan dana pembangunan ini diserahkan secara simbolis oleh Anggota DPRD Sumbar, Syofian Hendri saat melaksanakan Safari Ramadan pada Masjid Baitul Makmur tersebut.

Dana hibah pembangunan itu menjadi jawaban atas aspirasi pengurus masjid terkait kelanjutan pembangunan masjid tersebut.

Dalam sambutannya, Syofian Hendri berharap bantuan pemerintah daerah itu dapat mempercepat realisasi pembangunan fasilitas masjid yang telah lama direncanakan

"Pemprov Sumbar punya komitmen kuat terhadap rumah ibadah guna memperkuat sarana keagamaan sekaligus mendorong peningkatan kualitas kehidupan sosial masyarakat," kata Syofian Hendri.

Ketua Pengurus Masjid Baitul Makmur, Kepridaus, menyampaikan bantuan ini jadi penyemangat bagi pengurus dan jamaah untuk melanjutkan program pembangunan yang sempat tertunda karena keterbatasan dana.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bapak Syofian Hendri dan Pemprov Sumbar. Bantuan ini akan kami gunakan sesuai dengan rencana pembangunan yang telah disusun bersama jamaah," ungkap Kepridaus.

Ia menjelaskan, sejak beberapa tahun terakhir pengurus bersama jamaah telah merancang sejumlah program pengembangan fasilitas masjid.

Diantaranya pembangunan Taman Pendidikan Al Quran (TPA), rumah gharin, pengadaan mobil ambulans untuk kebutuhan sosial, serta pembangunan gedung serbaguna.

Namun, sebutnya, seluruh rencana tersebut belum dapat direalisasikan secara maksimal karena keterbatasan anggaran.

"Jadi, dengan adanya bantuan Rp50 juta tersebut, pihak pengurus optimistis sebagian rencana pembangunan bisa mulai dijalankan secara bertahap," pungkas Kepridaus. (*/tqa)

Komentar