Rahmat Saleh Soroti Irigasi Tersier Belum Bisa Dimanfaatkan di Pancung Soal

Metro- 16-12-2025 21:14
Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh saat meninjau pembangunan irigasi tersier yang dinilainya lambat pengerjaannya di Kecamatan Pancung Soal, Pessel, Senin (15/12/2025) kemarin. IST
Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh saat meninjau pembangunan irigasi tersier yang dinilainya lambat pengerjaannya di Kecamatan Pancung Soal, Pessel, Senin (15/12/2025) kemarin. IST

Painan, Arunala.com - Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh soroti pembangunan sejumlah proyek irigasi tersier di Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Pasalnya, saat meninjau saluran irigasi itu, di Pancung Soal, Senin (15/12/2025) kemarin, dirinya mendapati sejumlah salurah irigasi tersier di kecamatan itu belum juga selesai pembangunannya.

"Di Kecamatan Pacung Soal ini ada 10 titik irigasi tersier yang saya perjuangkan di DPR RI, termasuk 10 titik lagi di Kabupaten Dharmasraya," kata Rahmat Saleh.

Rahmat menilai, kondisi tersebut ironis, mengingat irigasi tersier merupakan infrastruktur penting bagi petani sawah.

Apalagi, tambahnya, sekarang ini segera masuk tahun anggaran sudah memasuki penghujung.

"Mestinya irigasi tersier ini sudah selesai pembangunannya, dan bisa dimanfaatkan para petani baik di Pessel maupun di Dharmasraya," ungkap Rahmat Saleh.

Petani, tukasnya, patut dikasihani karena program ini sudah diperjuangkan, namun manfaatnya belum mereka rasakan.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dianggap sebelah mata, karena menyangkut keberlangsungan ekonomi petani.

"Irigasi ini tujuannya jelas, untuk pengairan sawah petani. Kalau pengerjaannya mangkrak seperti ini, maka petani yang paling dirugikan," ujar Rahmat.

Dia menyebut, pelaksanaan proyek tersebut berada di bawah tanggung jawab Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Barat (Sumbar), yang seharusnya memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal.

"Seluruh proyek tersebut dikerjakan langsung oleh BWS. Namun hingga pertengahan Desember, progres di lapangan dinilai belum memadai untuk bisa dimanfaatkan petani dalam waktu dekat," katanya.

Rahmat juga mengkritik lemahnya pelaksanaan program yang tidak sejalan dengan kebutuhan di lapangan.

Dia menilai, perencanaan dan pengawasan proyek perlu dievaluasi secara serius agar kejadian serupa tidak terulang.

Rahmat pun memastikan akan membawa persoalan tersebut ke tingkat pusat dan meminta penjelasan dari pihak terkait.

Ia berharap ada langkah percepatan yang konkret serta kejelasan tanggung jawab, sehingga irigasi tersier benar-benar dapat mendukung produktivitas pertanian dan tidak berhenti sebatas rencana tanpa realisasi. (*)

Komentar