.
Setelah melalui tahapan penilaian yang intensif dan kompetitif, panitia akhirnya menetapkan 57 peserta terbaik.
Mereka akan dipersiapkan untuk mengikuti 28 cabang dan golongan lomba pada MTQ Nasional ke- XXXI di Semarang.
Edi Dharma juga mengingatkan status sebagai kafilah terpilih membawa tanggung jawab besar, yakni menjaga nama baik daerah.
Oleh karena itu, evaluasi dan pembinaan akan terus dilakukan hingga menjelang keberangkatan.
"Jika tidak ada perkembangan signifikan, maka peluang pergantian kafilah masih tetap terbuka. Kita ingin memastikan yang berangkat adalah yang benar-benar siap secara kualitas dan mental," tegasnya.
Selain kepada peserta, Edi Dharma juga menyampaikan apresiasi kepada tim seleksi dari LPTQ Pusat, LPTQ Sumbar, pelatih, serta panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan proses seleksi dari awal hingga akhir.
"Kerja keras semua pihak menjadi fondasi penting dalam menyiapkan kafilah terbaik Sumatera Barat. Ini adalah kerja kolektif untuk mengharumkan nama daerah. Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih," ucapnya
Lebih jauh, Edi Dharma menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat syiar Al Quran dan membangun generasi Qurani yang berkarakter.
"MTQ adalah ruang untuk menunjukkan kecintaan kita terhadap Al Quran, sekaligus membentuk pribadi yang mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan," ujarnya.
Dengan berakhirnya proses seleksi ini, Pemprov Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembinaan kafilah secara intensif, guna memastikan kesiapan optimal menghadapi MTQ Nasional XXXI di Semarang.
"Inn Syaa Allah, sebelum bertanding di ajang MTQ Nasional, Pemprov Sumbar akan menggelar tiga kali pemusatan latihan (TC) atau pembinaan intensif bagi para kafilah terpilih.
Direncanakan, konsepnya dua kali tatap muka dan satu kali daring," ungkap Edi Dharma. (*/dpg)


Komentar