.
Operator di atas kabin sepenuhnya mengandalkan instruksi, aba-aba, atau kode tertentu yang disampaikan oleh juru pandu melalui alat komunikasi radio. Kerja sama ini menuntut kepercayaan mutlak dan keselarasan frekuensi kerja antara operator di atas langit pelabuhan dan pemandu di bawah lambung kapal. "Di atas kapal curah, kita tidak bisa bekerja sendiri karena posisi barang sering tidak terlihat dari kabin. Juru pandu adalah mata kita di bawah, dan kita wajib mengikuti setiap komandonya dengan patuh," tegasnya.
Menantang Batas Angin
Faktor alam menjadi variabel berikutnya yang tidak bisa ditawar atau dinegosiasikan dalam dunia kepelabuhanan. Berada langsung di tepi samudra membuat Pelabuhan Teluk Bayur sangat rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang datang tiba-tiba, terutama kecepatan angin laut.
Sugiatno menjelaskan ada batasan tegas yang menjadi standar operasional prosedur demi keselamatan bersama di lingkungan pelabuhan. Jika kecepatan angin sudah menembus angka 32-40 km/jam, maka sinyal bahaya bagi operasional crane mulai menyala merah. Dalam kondisi angin kencang seperti itu, kegiatan bongkar muat harus segera dihentikan total demi menghindari risiko ayunan beban yang tidak terkendali yang dapat menghantam struktur kapal atau dermaga.
Menariknya, keputusan untuk menghentikan atau melanjutkan operasional ini juga seringkali melibatkan koordinasi ketat dengan pihak pemilik kapal maupun pemilik barang, mengingat ada risiko kerusakan material dan kerugian finansial besar yang dipertaruhkan di sana.
Bekerja di ketinggian puluhan meter di atas permukaan laut tentu bukan profesi yang ramah untuk semua orang. Bagi Sugiatno, ketinggian justru sudah menjadi bagian dari ruang hidup dan rumah kedua baginya sehari-hari. Sejak awal meniti karir di dunia pelabuhan, ia mengaku tidak pernah mengidap fobia atau ketakutan terhadap ketinggian. Bahkan, dalam beberapa penugasan khusus di masa lalu, ia pernah mengoperasikan alat yang posisinya jauh lebih tinggi dan lebih ekstrem daripada crane yang dipegangnya saat ini di Teluk Bayur.
Ketahanan mental terhadap ketinggian ini bukan sekadar klaim personal yang tidak berdasar, ini adalah salah satu indikator utama dalam pemeriksaan kesehatan berkala yang wajib dijalani oleh seluruh operator pelabuhan tanpa terkecuali. Aspek medis seperti kondisi mata, kesehatan telinga, serta ketajaman pendengaran telinga kanan dan kiri dipantau secara ketat medis untuk memastikan tidak ada penurunan fungsi fisik yang dapat memicu terjadinya kecelakaan kerja di lapangan. "Bahkan seorang operator wajib mengantongi Surat Izin Operator (SIO) resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan," sebutnyanext


Komentar