Danrem 032/Wbr Ingatkan Potensi Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Sumbar

Metro- 06-11-2026 18:46
Danram 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno memeriksa barisan saat apel Kesiapsiagaan Bencana di Kota Padang, Jumat (6/11/2026). (dok: arunala.com)
Danram 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno memeriksa barisan saat apel Kesiapsiagaan Bencana di Kota Padang, Jumat (6/11/2026). (dok: arunala.com)

Padang, Arunala.com - Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen TNI Aji Mimbarno, mengingatkan seluruh unsur terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di wilayah Sumatera Barat (Sumbar), khususnya Kota Padang.

Sumbar merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor (galodo), hingga potensi gempa bumi dan tsunami, menjadi perhatian serius yang harus diantisipasi bersama.

Hal tersebut disampaikan Danrem saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana di Kota Padang.

Dalam arahannya, Danrem ini menjelaskan perubahan cuaca seiring pergantian musim dapat meningkatkan potensi terjadinya bencana alam.

Kondisi tersebut menuntut seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi kapan saja.

Selain ancaman banjir dan tanah longsor di kawasan perbukitan, wilayah pesisir Sumatera Barat juga memiliki potensi ancaman gempa bumi yang dapat memicu tsunami.

"Kondisi ini menuntut kita semua untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Bencana memang tidak pernah kita harapkan, namun antisipasi adalah hal yang mutlak," ujarnya.

Lebih lanjut, Brigjen TNI Aji Mimbarno menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama.

Seluruh jajaran, khususnya TNI dan unsur terkait, harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keutuhan wilayah, tetapi juga membantu mengatasi kesulitan rakyat.

Ia juga mengingatkan agar apel kesiapsiagaan yang dilaksanakan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial tanpa tindak lanjut nyata.

"Apel hari ini bukan sekadar formalitas. Setelah ini, justru setiap unit—baik TNI, Polri, Damkar, Basarnas, OPD terkait, hingga organisasi pemuda seperti Dubalang—harus segera meningkatkan kesiapan riil di lapangan. Kita harus memastikan langkah konkret apa yang bisa diimplementasikan secara nyata saat bencana benar-benar terjadi," tegasnyanext

Komentar