Padang, Arunala -- Persoalan adanya baliho pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang jadi sorotan sejumlah warga karena ada tanda gambar paku yang mencolok di salah satu paslon di baliho itu, ditanggapi KPU Sumbar.
Bahkan KPU mengaku persoalan baliho yang disorot warga itu juga sudah menjadi pembicaraan KPU Sumbar.
"Untuk langkah kami selanjutnya, tentu ada mekanismenya, karena kemarin kami melakukan pengadaan alat peraga kampanye (APK), dan bahan kampanye yang difasilitasi KPU, kan melalui mekanisme rapat," kata Ketua KPU Sumbar yang baru Yanuk Sri Mulyani saat diwawancari arunala.com di KPU Sumbar, Senin sore (9/11).
Jadi kemarin, lanjut dia, untuk desain-desain yang berasal dari pasangan calon (paslon) ditetapkan dan ditandatangani sama mereka, kemudian difasilitasi KPU.
Dan ternyata, jelas dia, memang seperti apa yang disampaikan kawan-kawan media bahwa ada baliho yang difasilitasi oleh KPU itu seolah-olah mengarahkan.
"Ini untuk mekanisme semacam itu, akan kami bahas di dalam rapat lagi terkait persoalan itu (baliho) dan kami sudah agendakan kapan rapat itu akan kami lakukan," sebut Yanuk.
Saat ditanya apakah baliho paslon cagub dan cawagub yang difasilitasi KPU itu apakah semuanya dicetak seperti baliho yang dipertanyakan warga atau hanya sebagian saja dari total baliho yang dicetak?
Untuk hal ini, Yanuk menjelaskan baliho yang difasilitasi KPU itu, desainnya dari paslon/tim paslon masing-masing yang kemudian diserahkan ke KPU.
"Kemarin, pertimbangan kami kenapa baliho itu dijadikan satu, tidak lain untuk mempertimbangkan pemasangan dari APK itu sendiri, karena kalau misalnya satu-satu kami pasang dikhawatirkan kok di titik-titik strategis di peruntukan bagi satu paslon saja. Makanya dengan pertimbangan agar supaya ada keadilan itu, untuk itu desain paslon itu disusun dan dijadikan satu," ungkap Yanuk.next


Komentar