Sempat Ditutup Selama Dua Hari: Objek Wisata Kota Pariaman Dibuka Kembali

Metro- 18-05-2021 10:12
Wali Kota Pariaman, Genius Umar bersama masyarakat seusai membuka kembali aktivitas wisata di kota itu, Selasa (18/5). (Foto : Arzil)
Wali Kota Pariaman, Genius Umar bersama masyarakat seusai membuka kembali aktivitas wisata di kota itu, Selasa (18/5). (Foto : Arzil)

Pariaman, Arunala - Sempat ditutup selama dua hari belakang, hari ini (Selasa, 18/5) sejumlah tempat wisata yang ada di Kota Pariaman kembali dibuka bagi pengunjung. Hal itu ditandai dengan digelarnya apel gabungan sejumlah OPD di Pemko Pariaman yang dipimpin langsung Wali Kota Pariaman Genius Umar di pelataran parkir Pantai Gandoriah, Selasa itu.

Penjelasan Genius Umar kepada Arunala.com seusai apel gabungan menyebutkan dibukanya kembali tempat wisata di Kota Pariaman berkaitan dengan status kota itu berada dalam zona kuning penyebaran Covid-19 di Sumbar.

"Memang dalam dua hari belakangan tempat wisata khususnya wisata pantai sempat tutup, itu karena adanya instruksi dari Satgas pencegahan Covid-19 Pusat ke Pemko Pariaman untuk menutup sementara tempat wisata di kota ini," kata Genius.

Dia menilai hal itu wajar dibuat Satgas Covid-19 Pusat, karena sejumlah daerah di Sumbar berada dalam zona orange, yang dilanjutkan dengan menutup semua tempat wisata yang ada di daerah mereka yang bertepatan dengan libur lebaran.

Kemudian, lanjutnya, masyarakat yang melihat Kota Pariaman tetap membuka tempat wisatanya karena kota ini berada pada zona kuning, menjadikan masyarakat ramai berkunjung ke Kota Pariaman, sehingga kawasan wisata alami lonjakan pengunjung.

Menyadari cukup ramainya pengunjung itu Genius Umar lalu buat kebijakan untuk menutup kawasan wisata di kotanya selama dua hari.

"Hal itu kami lakukan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di tempat-tempat wisata itu dan tak ingin muncul klaster baru penyebaran Covid-19 di tempat wisata," tukas Genius lagi.

Dia menambahkan, untuk saat ini Kota Pariaman masih berada di zonasi kuning. Ini berarti daerah yang rendah dalam penyebaran Covid-19, dengan skor 2.99, dan itu merupakan angka tertinggi dan terbaik dalam penanganan Covid-19 di Sumbar.

Ditanya apakah pemko tidak merugi dari sisi PAD akibat ditutupnya tempat wisata itu? Genius menjawab, bagi pemko keselamatan pengunjung justru lebih diutamakannext

Komentar