Jakarta, Arunala - Kementerian Perdagangan RI menargetkan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 yang tahun ini membukukan transaksi transaksi dagang sebesar USD 1,5 miliar.
Meski secara virtual, TEI kali ini diikuti oleh 1.000 perusahaan serta dihadiri 500 ribu pengunjung.
Pada 2020 lalu, TEI yang juga digelar secara virtual diikuti oleh 690 pelaku usaha dengan menghadirkan 7.456 buyers dari 127 negara, dan menembus total transaksi sebesar USD 1,3 miliar.
Pameran berskala internasional bertemakan 'Reviving Global Trade' ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari pada 21 Oktober - 4 November 2021 secara daring. Serta showcase produk akan digelar hingga 20 Desember 2021.
"Pameran yang dikemas secara digital ini merupakan salah satu upaya dan bukti komitmen Kemendag menghidupkan kembali perdagangan global. Selain itu, pameran ini juga menjadi terobosan bagi pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan peluang agar tidak kehilangan momentum percepatan pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi covid-19," jelas Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
Mendag menambahkan, TEI ke-36 ini juga diharapkan mampu mendorong percepatan transformasi perdagangan secara digital.
TEI Digital Edition bertujuan menciptakan wahana promosi dan transaksi dagang secara daring yang efektif dan efisien, memperkuat kemitraan dan mempertahankan keberlanjutan bisnis dengan para buyer, memperluas penetrasi ke pasar baru.
"Selanjutnya, membangun citra positif, serta meningkatkan daya saing akan ragam produk dan jasa Indonesia di pasar internasional," tuturnya.
TEI 2021 akan menyajikan konsep katalog digital yang memberikan keleluasaan bagi peserta maupun pengunjung untuk menampilkan dan mengekplorasi informasi berbagai produk unggulan Indonesia.
Produk dan jasa unggulan Indonesia yang akan ditampilkan terbagi dalam delapan kategori. Yaitu manufactured product, digital lifestyle & services, medical & healthcare, renewable energy, food & beverage products, living comfort & amenities, fashion & beauty products, dan halal productnext


Komentar