Painan, Arunala -- Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) II Teluk Bayur bersama Pemkab Pesisir Selatan (Pessel) lakukan kerjasama bidang maritim lewat Kampung Bahari Nusantara (KBN) di Nagari (desa adat) Sungai Pinang, Mandeh Tarusan, yang menjadi Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT).
Kerjasama ini dilakukan Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar dengan Komandan Lantamal II Teluk Bayur, Laksamana Pertama TNI AL, Endra Sulistiyono di Painan, Rabu (8/12).
Dalam pertemuan itu, Rusma Yul Anwar menyampaikan penetapan Nagari Sungai Pinang sebagai KBN diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan dalam pengembangan kawasan pesisir secara bertahap melalui implementasi berbagai program.
"Kami menyadari, membangun kawasan pesisir tidak bisa dengan satu atau dua sektor saja, tapi harus melalui banyak sektor," ungkap Rusma Yul Anwar.
Dia melanjutkan, pembangunan kawasan pesisir butuh dukungan dan campur tangan berbagai sektor, mengingat kompleksitas persoalannya yang identik dengan sumber daya manusia yang rendah.
Kemudian kemiskinan serta terbatasnya sarana dan prasarana penunjang ekonomi.
"Apalagi, wilayah pesisir merupakan daerah sangat strategis dari sisi pertahanan dan keamanan Negara," ujar Rusma Yul Anwar.
Pemerintah daerah, sebutnya, dalam mendukung pengembangan masyarakat di kawasan pesisir terus mengupayakan kegiatan pemberdayaan melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat nagari.
"Memperluas konektivitas lewat peningkatan kualitas infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan. Meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dan pembangunan pemukiman bagi masyarakat kawasan pesisir," kata Rusma Yul Anwar lagi.
Dirinya melanjutkan, menurut Presiden Joko Widodo, KWBT Mandeh memiliki daya ungkit luar biasa bagi perekonomian Pesisir Selatan. Bahkan, jika terkelola dengan baik, bisa mencapai lima kali lipat.
"Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih pada Lantamal II Teluk Bayur atas ditetapkannya Nagari Sungai Pinang sebagai KBN," sebut Rusma Yul Anwarnext


Komentar