Padang, Arunala - Tahun 2022 ini, Universitas Andalas (Unand) Padang, akan menambah kuota penerimaan mahasiswa baru sebanyak 8,82 persen atau 570 orang.
Penerimaan mahasiswa baru itu melalui tiga jalur yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Masuk Unand (SIMA).
Hal tersebut diungkapkan Rektor Unand, Prof Yuliandri, didampingi Wakil Rektor I, Prof Masyurdin dan Sekretaris PMB Unand, Sofian saat jumpa pers di ruang rektorat kampus tersebut, Rabu (2/2).
"Ada penambahan daya tampung mahasiswa baru di Unand pada 2022 ini, yaitu sebanyak 7.035 orang, atau lebih banyak 8,82 persen dibanding tahun kemarin dengan rincian kuota SNMPTN sebanyak 20 persen, SBMPTN 40 persen, dan SIMA Unand 40 persen," kata Yuliandri.
Dirinya menyebutkan, pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru Unand untuk jalur SNMPTN dan SBMPTN, nantinya diselenggarakan LTMPT yang dibentuk Kemendikbud Ristek RI, sedangkan SIMA Unand diselenggarakan Unand secara mandiri.
Selain itu, Yuliandri juga menjelaskan ada tiga jalur pendaftaran mahasiswa baru Unand itu, yaitu SNMPTN berdasarkan nilai raport dan prestasi unggulan, kemudian jalur SBMPTN melalui ujian tertulis berbasis komputer (UTBK), selanjutnya jalur SIMA Unand yaitu istilah baru dari jalur Mandiri yang dulu menjadi jalur alternatif bagi peserta calon mahasiswa untuk mendaftar di Unand.
Yuliandri juga menambahkan biaya pelaksanaan UTBK, untuk kelompok Saintek dan Soshum masing-masing sebesar Rp200 ribu, sedangkan untuk kelompok ujian campuran (saintek dan soshum) sebesar Rp300 ribu.
Sementara, Wakil Rektor I Unand, Prof Masyurdin menambahkan seleksi di jalur Mandiri SIMA Unand ada lima jalur.
"Pendaftaran lewat jalur SIMA Unand bisa berdasarkan kemampuan akademik, prestasi unggul, khusus penerimaan jalur disabilitas, berdasarkan kerjasama, dan mahasiswa internasional," ujarnya.
Masyurdin menambahkan, bagi warga kurang mampu, Unand juga memberikan kuota sebesar 20 persen dari total kuota penerimaan, dengan sistem subsidi silangnext


Komentar