Padang, Arunala - Puskesmas termasuk ujung tombak kesehatan yang langsung bersentuhan dan mengetahui kebutuhan kesehatan masyarakat.
Atas kondisi demikian, pemerintah daerah harus lebih memperhatikan kondisi Puskesmas baik sisi fisik bangunan maupun penunjang peralatan medis.
"Kita harus memperhatikan kondisi puskesmas-puskesmas. Jangan sampai kita membesar-besarkan rumah sakit tapi kondisi Puskesmas sendiri disepelekan. Dan, diketahui kondisi Puskesmas tidak semuanya sama," kata Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama, saat pelantikan kepengurusan DPC Akselerasi Puskesmas Indonesia (APKESMI) Kota Padang, di Hotel Axana, Kamis (10/2).
Pelantikan kepengurusan DPC APKESMI Kota Padang masa bakti 2022-2025 yang diketuai dr Muhammad Fardhan itu dilakukan Ketua DPW APKESMI Sumbar, dr Winanda MARS.
Selain pelantikan, juga dilangsungkan webinar kesehatan baik secara daring maupun luring. Pemateri webinar tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Padang, YessyRahimi.
Apalagi, sebut Politisi Gerindra ini, diketahui Puskesmas merupakan garda utama dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan garda terdepan dalam mengatasi pandemi. Sehingga, dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
"Kehadiran APKESMI ini dapat menjembatani kepentingan seluruh Puskesmas. Bukan hanya sekadar organisasi saja, akan tetapi juga wadah untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan stakeholders terkait. Baik itu pemerintah daerah, swasta dan pihak lainnya," tutur anggota Komisi IX DPR RI ini.
Dengan sinergi dan kolaborasi ini, organisasi APKESMI dapat tumbuh dan berkembang. "Sehingga memberikan manfaat dan meningkatkan derajat kesehatan kepada masyarakat," harap Ade Rezki Pratama.
Saat pelantikan, Wali Kota Padang, Hendri Septa berharap kehadiran APKESMI menjadi cerminan bagi pimpinan Puskesmas se-Kota Padang, terutama untuk melakukan akselerasi. Dengan demikian dapat melahirkan kesepakatan dan kemauan yang kuat untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakatnext


Komentar