Padang, Arunala.com - Guru Besar IPDN, Djohermansyah Djohan menyatakan, di usianya yang ke-78 tahun, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) harus menjadi provinsi yang lebih baik.
Meski bisa dibilang sudah berusia lama, namun Sumbar harus memperbaiki beberapa capaian, aspek atau indek agar menjadi provinsi yang lebih lagi dibandingkan dari provinsi lain di Indonesia.
Hal ini diungkapkan mantan Dirjen Otda Kemendagri ini saat berikan pandangannya pada rapat paripurna istimewa DPRD Sumbar dalam rangka peringatan HUT Sumbar ini, di ruang sidang utama DPRD Sumbar, Minggu (1/10).
"Dengan usianya yang sekarang, apalagi yang akan dibuat Sumbar ke depan. Sebab dalam pandangan saya ada tantangan yang akan dihadapi Sumbar ke depan, untuk perlu buat strategi bagaimana Sumbar ini bisa lebih maju lagi," ungkap Djohermansyah Djohan.
Dalam paparannya mengenai refleksi 78 tahun Sumbar dan akselarasi pemda, Djohermansyah Djohan menerangkan Sumbar perlu merumuskan beberapa strategi untuk kedepannya dalam sejumlah indeks capaian keberhasilan suatu daerah.
"Kalau dilihat dari indeks ekonomi saat ini, pada 2022 di Sumbar pertumbuhan ekonomi menjadi 4,36 persen. Sungguh pun begitu, angka ini masih berada dibawah pertumbuhan ekonomi Nasional yang berada pada angka 5,3 persen, ini jadi salah satu tantangan bagi Sumbar," kata Ketua tim ahli RUU Komite 1 DPD RI ini.
Kemudian juga disinggung indeks pembangunan manusia (IPM) yang ada di Sumbar. Di segi ini, dirinya melihat IPM ini juga penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat karena Sumbar ingin selalu mengejar sebagai daerah maju dan daerah sejahtera.
"Dari data IPM Sumbar yang saya miliki pada tahun 2022 lalu yaitu 73,26 persen, sementara standar IPM yang dianggap tinggi itu diatas 80 persen. Ini menunjukan kita masih jauh dibawah angka standar itu, sedangkan provinsi lain yang sampai angka 80 itu seperti DKI Jakarta, Yogyakarta, Kalimantan Timur," ucapnyanext
Halaman 12


Komentar