.
Selain itu Djohermansyah Djohan menyampaikan ada kabar baik bagi Sumbar yang dirilis oleh BPS bahwa pada 2023 ini angka estimasi IPM sebesar 0,88 persen.
"Bila estimasi yang dirilis BPS itu benar, maka IPM Sumbar pada 2023, ini menandakan pertumbuhan IPM Sumbar meningkat dan akan naik ke level 74,14 persen. Namun begitu Pemprov Sumbar tampaknya juga harus kerja keras untuk mencapai angka IPM 80 persen itu," tukas Djohermansyah Djohan.
Dia menyambungkan, aspek lain dalam menilai kemajuan suatu daerah juga dilihat dari kategori penduduk miskinnya.
"Bagaimana kondisi penduduk miskin di Sumbar ini? Data pada 2023 menunjukkan adanya penduduk miskin di Sumbar yang mencapai sekitar 340,37 ribu jiwa atau sekitar 5,95 persen. Meski begitu, angka ini jauh dibawah nasional yang rata-rata angka penduduk miskin berapa pada 9,53 persen. Ini patut dicatat sebagai hal menggembirakan karena Sumbar berada di bawah angka nasional," papar Dosen UI ini.
"Meski begitu, ini juga tantangan bagi Sumbar bagaimana bisa menekan lebih kecil lagi angka penduduk miskin di daerahnya seperti yang terjadi di Provinsi Bali yang tingkat kemiskinannya sangat rendah," pungkas sebut Djohermansyah Djohan. (cpt)
Halaman 12


Komentar