Masyarakat Minang itu Berfikir Progresif dan Solutif

Metro- 02-10-2023 18:52
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib bersama Gubernur Mahyeldi dan tokoh masyarakat Minang yang dapat penghargaan pada malam resepsi HUT Sumbar ke 78 tahun, di Padang, Minggu malam (1/10). (Dok : Istimewa)
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib bersama Gubernur Mahyeldi dan tokoh masyarakat Minang yang dapat penghargaan pada malam resepsi HUT Sumbar ke 78 tahun, di Padang, Minggu malam (1/10). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib menyebutkan, beberapa group media sosial (medsos) masyarakat Minang hari ini memprihatinkan karena disinyalir masih ada diantara dari masyarakat itu yang mudah termakan berita-berita hoax.

Ini disampaikan Suwirpen Suib ketika menghadiri malam resepsi hari jadi Sumbar ke-78, di Padang, Minggu malam (1/10).

"Bila diurut secara terminologi, mengisyaratkan masyarakat Minang itu berfikir progresif dan solutif, penuh makna yang perlu diartikan secara mendalam," ucap Suwirpen.

Dia mencontohkan, di Minang sedari kecil sudah diajarkan etika dan moral, misalnya pada aspek tatanan hidup diantaranya ada istilahkato nan ampek,yang dimaknai sebagai pengklasifikasian cara berbicara orang Minang.

"Di tatanankato nan ampekitu diajarkan bagaimana cara berbicara dengan orang lebih tua, cara berbicara dengan orang lebih kecil, cara berbicara dengan orang seumuran dan cara berbicara dengan orang yang disegani. Namun, budaya tersebut bak seperti hilang entah kemana," ungkapnya.

Fenomena masyarakat Minang hari ini, menurut Suwirpen, tampaknya lebih mendahulukan ucapan dari pada berfikir yang kemudian akhirnya berujung pada hujatan.

Dia mengatakan, sebagai orang yang hidup dalam masyarakat Minang, bisa merasakan bagaimana pentingnya budaya harus dilestarikan.

Dengan lestarinya budaya Minang, seperti perhatian yang besar terhadap pendidikan dan sekolah baik formal maupun non formal dan budaya hidupbadunsanak, seharusnya dapat menghilangkan sifat saling hujat itu.

Kemudian melihat momentum HUT Sumbar ke 78 tahun ini, Suwirpen menilai hal ini jadi tolok ukur bagi Sumbar menjadi daerah yang terus melahirkan pemikir-pemikir ulung.

Dia mengatakan, dari sejarahnya masyarakat Minang dikenal dengan tempat lahir pemikir-pemikir ulung. Sebut saja M Yamin yang gagasannya menjadi pemantik anggota sembilan untuk melahirkan Piagam Jakarta, sehingga menjadi cikal bakal lahirnya Pancasila pada Juni 1945next

Komentar