Padang, Arunala.com - RSUP M Djamil menerima kunjungan kerja Komisi IX dalam rangka reses masa persidangan 1 di Auditorium RSUP M Djamil Padang, Rabu (4/10). Dalam kesempatan itu, Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Dr dr H Dovy Djanas SpOG KFM MARS menyampaikan tiga skala prioritas pengembangan layanan rumah sakit ke depan.
Tiga skala prioritas itu yakni pengembangan instalasi pelayanan jantung terpadu (IPJT), alat LINAC (Linear Accelerator) untuk bunker menunjang pelayanan radioterapi onkologi terpadu. Dan dukungan pembebasan lahan PT KAI serta pembangunan kelas rawat inap standar (KRIS).
"Kami meminta dukungan Komisi IX DPR RI atas tiga skala prioritas tersebut. Ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Sumatera Bagian Tengah," kata Direktur Utama RSUP M Djamil Padang Dr dr H Dovy Djanas SpOG KFM MARS saat pemaparan.
Ia mengatakan RSUP M Djamil sudah memiliki Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu sejak 2015. Dikarenakan adanya kendala, hingga kini belum bisa dimanfaatkan. Sehingga di tahun 2020 dan 2021 difungsikan untuk pelayanan Covid-19.
"Saat ini didasari kebutuhan pasien jantung yang tidak tertampung, kami ingin instalasi ini bisa difungsikan lagi. Sehingga rumah sakit rujukan regional Sumatera Bagian Tengah bisa menampung pasien yang ingin berobat," tuturnya.
Gedung IPJT ini, sebut Dovy, perlu direnovasi dan kelengkapan sarana prasarana. Jika terwujud, rumah sakit ini bisa melakukan pelayanan jantung terpadu.
"Rumah sakit ini sudah bisa melakukan bedah jantung dua kali seminggu. Ini dikarenakan keterbatasan rawat inap. Seharusnya bisa setiap hari dilakukan," tuturnya.
Kondisi pelayanan bedah jantung di RSUP M Djamil sudah 91 kasus operasi yang sudah dilaksanakan. Operasi itu bisa dilakukan dua kali seminggu.


Komentar