.
Tak kalah penting dalam kasus itu adalah peran komunitas. Pasalnya yang terbanyak pada kelompok lelaki seks lelaki (LSL).
"Tentu saja peran komunitas merupakan salah satu peran yang mempunyai posisi strategis juga untuk menyebarkan informasi terkait kasus monkeypox ini pada kelompok populasi kunci," ucap Reina.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) II Padang, dr Mawari Edy MEpid mengatakan KKP akan meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan khususnya yang berasal dari wilayah atau negara terjangkiti.
Melalui pengamatan suhu, pengamatan tanda dan gejala (ruam dan lesi), pemeriksaan kesehatan tambahan (tonsil, lidah dan KGB). Termasuk pemeriksaan dokumen kesehatan (riwayat perjalanan, medical log).
"Setelah kasus ketemu atau suspect, kita akan rujuk. Pekerjaan untuk diagnosisnya di laboratorium tidak bisa kami lakukan. Karena KKP Padang tidak memiliki alat PCR. KKP Padang akan mengirimkan kasus ini ke RSUP M Djamil Padang yang akan dilakukan proses berikutnya yakni penegakan diagnosa," tuturnya.
Bila ditemukan kasus, sebut Mawari Edy, pihaknya berkoordinasi dengan maskapai untuk identifikasi kontak erat. Yakni 2 baris sisi kanan, kiri, depan, belakang dan penumpang lain yang kontak serta personel alat angkut yang memberikan pelayanan kepada penumpang sakit. Serta yang memiliki perjalanan sama.
"Terhadap pelaku perjalanan lainnya diberikan kartu kewaspadaan kesehatan (health alert card). Nanti akan dilakukan pemantauan selama 21 hari oleh dinas kesehatan kabupaten kota. Dan terhadap barang dan alat angkut dilakukan tindakan karantina sesuai standar operasional prosedur antara lain disinfeksi," ungkapnya seraya mengatakan KKP Padang sudah mempunyai SOP untuk rujukan kasus. (ril)


Komentar