.
Sedangkan untuk pekerja dengan penghasilan lebih, Zainudin menyarankan untuk menabung dengan program Jaminan Hari Tua (JHT). Contohnya peserta yang mendaftar dengan upah Rp 1 juta maka tinggal menabung Rp 20 ribu per bulan dengan JHT, sehingga per bulannya hanya Rp 36.800.
Jika ingin menabung dengan jumlah yang lebih besar maka tinggal menyesuaikan pendaftaran dengan tingkat upah yang lebih besar.
"JHT ini adalah favorit peserta dari zaman dulu, karena terbukti hasil pengembangannya yang besar," ujarnya.
Bahkan sejauh ini hasil pengembangan dana JHT selalu di atas rata-rata bunga deposito perbankan komersial. Sehingga banyak peserta yang terkejut ketika mencairkan JHT ternyata menerima uang dengan jumlah yang lebih besar dari perkiraannya.
"Sebab, peserta menerima saldo yang ditabungnya selama ini ditambah lagi dengan hasil pengembangan dana JHT yang rata-rata cukup besar. Untuk itulah kami meminta masyarakat cerdas dalam menyikapi dengan memanfaatkan sebesar-besarnya program pemerintah yang ini," harap putra asli Bangka Belitung ini.
Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir mengatakan inovasi 1 Nagari 100 Pekerja Rentan itu melibatkan berbagai profesi. Mulai petani, pedagang, guru mengaji, tukang ojek, hingga marbot masjid. Inovasi ini dibuat dalam bentuk kolaborasi.
"Kita tahu keterbatasan anggaran yang hari ini kita hadapi. Tentu tidak akan sanggup pemerintah daerah saja yang mengakomodir, makanya kita kolaborasikan dengan anggota DPRD," tambahnya.
Selain itu, kata Bupati, program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat mendapat manfaatnya. "Pemerintah hadir untuk memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita pekerja rentan di setiap nagari. Jadi uang negara yang kita kelola ini asalnya dari rakyat, dan kita kembalikan untuk rakyat itu sendiri, untuk pembangunan yang sifatnya untuk kemaslahatan orang banyak," tutur Benny Dwifa Yuswir.
Benny Dwifa Yuswir menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan merupakan program unggulan yang diperlukan setiap pekerja sebagai antisipasi akan kemungkinan kecelakaan kerja yang menghambat kerja. "Coba kita bayangkan ketika tulang punggung, laki-laki atau perempuan, terjadi kecelakaan kerja. Dia sudah tidak bisa berproduksi dan tidak bisa menghasilkan uang untuk keluarganya," ungkap pria kelahiran 1986 ininext


Komentar